Sunday, 19 February 2017

Challenge 1 #hari 2

Kuliah IIP Kelas bunda sayang : Komunikasi Produktif

Memasuki hari ke2 masih sy fokuskan pd komunikasi dengan suami . Saat ini kami memang dalam tahap memanfaatkan situasi kapan pun kami bisa berkomunikasi maka kami optimalkan waktu tsb.

Hari kedua komunikasi produktif kami pagi ini adalah sambil berjalan pagi ,kebetulan sabtu-minggu suami libur ,pagi2 kami berdua membiasakan untuk jalan pagi bersama sehabis sholat subuh.

Tidak sampai 1 jam sih hanya 30 menit saja krn sy baru saja sembuh dari sakit. Tapi alhamdulillah komunikasi pagi ini masih lancar jaya . Tidak hanya mengobrol dan jalan2 ya kami juga msh bisa bergandengan tangan sesekali hehehe

#hari 2

#tantangan 10 hari

# kuliahIIPKelasbunsay

Challenge 1: Komunikasi Produktif

Kuliah IIP Kelas bunsay : Komunikasi Produktif

Challenge 1 tantangan 10 hari

Hari 1: komunikasi dg suami

Pada kesempatan pertama ini sudah sy beranikan diri Dan membulatkan tekad untuk menuliskannya hingga selesai Dan harus terkirim hari ini juga mengingat sejak bbrp hari lalu sdh sering mencoba menulis tapi tidak terselesaikan dikarenakan kondisi kepala+mata sy yg blm stabil setelah sakit vertigo 1 mgg yll.

Pagi ini saya Dan suami berbincang sambil sarapan dimeja makan ,hanya obrolan rutin sebenarnya tp Kali ini harus sesuai dg kaidah materi bunsay ya .

Membicarakan tentang anak2, tentang isu politik terakhir,hingga tentang acara tivi pagi itu tidak terasa 30 menit berlalu .

Singkat tapi sangat bermanfaat .

Demikian komunikasi pagi rutin saya dg suami disela2 sarapan. Waktu bertemu dg suami mmg hy full di pagi hari sebelum suami berangkat kerja Dan malam hari saat suami pulang kerja .  Tak lupa selalu sy ingat kan suami untuk juga menyempatkan beekomunikasi dengan anak2 sebelum mereka berangkat sekolah .

#hari 1

#tantangan 10 hari

# challenge 1

#kuliahiipkelasbunsay

Wednesday, 15 February 2017

challenge 2: aliran rasa

Setoran challenge 2 : Aliran Rasa Komunikasi Produktif 

 Alhamdulillah materi Komunikasi Produktif telah banyak memberikan manfaat kepada Pribadi saya,khususnya. Disaat saya merasa sangat perlu dan harus memperbaiki diri terlebih dahulu materi komunikasi produktif mengajarkan saya untuk bisa fokus mengubah struktur berpikir dan cara berpikir yg positif dengan tujuan supaya bisa menghasilkan tindakan apapun yg juga positif. Di awal yg saya rasakan adalah cara pandang saya terhadap segala hal berubah,melihat anak2 dengan lebih enteng bahwa anak bukan lah monster kecil bahwa anak adalah hadiah Allah bahwa anak adalah makhluk pintar dll,melihat suami juga demikian tidak terlalu masalah apapun perbedaan kami ,apapun bentuk fisiknya ,apapun rejeki pemberiannya alhamdulillah sy lebih merasa ikhlas pun ketika melihat tumpukan pekerjaan rumah . 
Mengerjakan challenge 1 dalam menerapkan materi komunikasi produktif menjadi tantangan yang saya sebut sebagai menuju ke step berikutnya dari hasil fokus berpikir positif. Ketika harus berhadapan dengan tiga anak dengan rentang usia berbeda ,karakter berbeda,kemauan yg juga berbeda2 saya tidak lagi merasa sulit ...di awal yg saya lakukan ambil nafas dalam2 hembuskan perlahan ...inhale...exhale....hehehe,setelah itu dahulukan si kecil yg memang paling menonjol saat rewel sambil memberi tahu kakak2nya untuk menunggu ibunya menenangkan adiknya terlebih dahulu . 
  Acara mendengarkan curhat anak2 jadi lebih intense karena saya membiasakan mendahulukan bertanya lalu mendengar dengan seksama dan diakhir memberi respons positif. Ketika berhasil rasanya lega tapi tak jarang ya sy salah mengucapkan kalimat atau salah mengeluarkan intonasi biasanya saya akan ulang lagi dengan menyebut "maaf ibu salah bicara,ibu ulang lagi ya" . Kalau dulu jujur ketika merasa salah bicara sy tetap cuek ..dan baru menyesal kalau si kecil tiba2 bisa meniru ucapan saya berikut intonasi saya . Seperti suatu hari aira bicara dengan seekor semut di meja dapur " semut jangan nakal yaa...nanti tak cubit lho!" Nahh lhoo 
  Oh ya materi ini juga saya terapkan dan sy bagi dengan suami lho. Alhamdulillah perubahannya adalah selain lebih instens Ber komunikasi di sela2 waktu yang hanya sedikit ,kami juga lebih rilex tidak kaku . Kalau sebelumnya hanya memakai ilmu kebatinan sekarang biar pun hal kecil saya coba tetap sy ungkapkan. Dan untuk hal2 besar kami diskusikan lebih serius. Tantangan saya selanjutnya adalah mengajak suami untuk juga melakukan tantangan level 1 selama 10 hari . 
  Alhamdulillah tak henti saya syukuri rejeki berupa ilmu dikelas bunda sayang ini ...Dan terimkasih kepada mbak2 fasilitator sudah membimbing kami .