Friday, 26 January 2018

Aliran rasa materi 11

Aliran Rasa Materi 11 : Menumbuhkan Fitrah Seksualitas

Saya sudah merasakan 'beda' sejak materi 9 tentang kreatifitas sampai materi 11 Kali ini tentang menumbuhkan fitrah seksualitas ,disampaikan oleh fasilitator kami. Salut banget sama mereka semua . Kreatif .
Terimakasih tak terhingga ya mbak2 fasilitator semua di kelas Bunsay ini.
Materi 11 yg dikerjakan secara berkelompok memberikan warna lain dan menambah semangat belajar kami ,ya saya juga merasakan semangat belajar teman2 kelas Bunsay di materi menjelang kelulusan ini . 10 kelompok dalam 10 hari tantangan harus presentasi materi yg sama. Kami semua berhasil membuat presentasi yg bagus dan menarik juga sarat ilmu . Saya menemukan ilmu baru di setiap presentasi kelompok . Setiap hari bertambah ilmu jadi tidak membosankan walaupun membahas topik yg sama ttg fitrah seksualitas.
Dan adanya diskusi2 seputar kehidupan sehari2 berkenaan dg materi juga sangat mengena. Semakin menambah kefahaman. Semenjak selesai presentasi 10 hari saya menengok kehidupan keluarga Saya sendiri apakah sudah sesuai saya menumbuhkan fitrahseksualitas pada kehidupan anak2 saya atau belum . Saya melakukan koreksi dan memperbaiki bbrp list. Terlebih saya memiliki anak laki2 yg bersiap menghadapi masa aqil baligh nya .
Satu anak laki2 lagi mendapat pengalaman tidak menyenangkan di sekolah dan sangat terkait dg materi 11. Alhamdulillah dapat materi dapat kejadian juga ,saya ambil hikmahnya sebagai saatnya beraksi dan langsung mempraktekkan ilmu.
Sementara satu anak balita perempuan sedang memahami gender nya saat ini sedang melatih kemandirian life skill nya di ranah toilet training yg baik dan benar .

Wednesday, 17 January 2018

Game materi 11 hari ke 10

Game materi 11 : Menumbuhkan Fitrah Seksualitas
#tantangan10hari
#fitrahseksualitas
#bundasayangsesi11
#learningbyteaching

Hari terakhir presentasi materi 11 kali ini adalah presentasi nya kelompok 10 ,yg saya suka dari presentasi Kali ini adalah berbeda cara presentasi nya dengan presentasi 9 kelompok sebelum nya. Memakai cara dongeng dari kejadian nyata tentang pelecehan seksualitas yg menimpa anak2. Baik korban maupun pelaku pelecehan Masih anak2 dibawah usia baligh.
Sungguh miris dan memprihatinkan.
Dari dongeng presentasi tersebut dapat saya review kan bahwa pendidikan seksualitas sejak dini sangat penting . Kita sebagai orangtua tidak mungkin selamamya ada disisi anak 24jam ,jadi anak2 pun perlu Di ajarkan mengenali bahaya dan melindungi dirinya sendiri dari berbagai kemungkinan bahaya diluar sana.
Memperhatikan perubahan perilaku anak2 juga bisa menjadi langkah awal bagi orangtua untuk mengetahui kondisi anak2 nya. Karena korban pelecehan seksualitas sangat mengalami kemunduran sikap yg mencolok.
Seperti yang dijelaskan oleh parentsprotect.co.uk, anak-anak yang menjadi korban pelecehan seksual  biasanya menunjukkan beberapa perubahan. Sikap mereka berubah dari biasanya. Kita harus makin peka dengan perubahan ini.

Berikut ciri-ciri anak yang menjadi korban pelecehan seksual :
• Menirukan tindakan seksual yang tidak pantas dengan mainan atau benda lainnya.
• Mimpi buruk, sulit tidur dan mengigau saat tidur.
• Sering mengasingkan diri dan tampak lebih murung.
• Tidak lagi menceritakan kegiatannya pada orang tua dan jadi pendiam.
• Sering merasa tidak aman.
• Tiba-tiba menjadi pemberontak atau justru penuh rahasia/
• Kemunduran perilaku di usianya, misalnya mengompol.
• Takut dengan orang yang memiliki ciri tertentu (biasanya yang mirip pelaku).
• Takut dan trauma dengan barang tertentu (biasanya berhubungan dengan proses pelecehan yang dialami).
• Perubahan selera makan.
• Memiliki kosakata seksual yang vulgar.
• Sengaja membahayakan diri (melukai diri sendiri, membakar atau kegiatan yang membahayakan nyawanya).

Siapa saja yang bisa menjadi pelaku pelecehan seksual. Sebagian besar pelaku pelecehan seksual bebas dan dapat mencari korban anak baru di antara masyarakat.

Berikut adalah beberapa ciri-ciri pelaku pelecehan seksual (CWIG, 2010):
• kemungkinan adalah orang yang dikenal dan disukai oleh anak
• bisa perempuan maupun laki-laki; menikah maupun single
• bisa anak, remaja atau dewasa
• bisa berasal dari berbagai latar belakang budaya dan ras
• bisa jadi anggota keluarga, rekan, guru, rohaniwan, pengasuh, atau siapapun yang melakukan kontak dengan anak
• tingkat intelektual dan latar pendidikan tidak berpengaruh pada perilaku pelecehan seksual

Berikut ini trik pelaku untuk memanipulasi korban :
1. menjebak
2. meyakinkan korban kalau tindakan itu wajar
3. membuat korban merasa bersalah
4. menolak jawaban “tidak”
5. ancaman atau godaan terselubung
6. meminta korban untuk melakukan hal yang sepele

Oleh karena itu perlu adanya suatu program pencegahan pelecehan seksual yang harus melibatkan orang dewasa di sekitar anak.

Untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual, maka orang tua, guru dan orang dewasa di sekitar anak perlu belajar untuk:
1) bagaimana cara-cara melindungi anak dari pelecehan seksual,
2) mengetahui apa yang perlu dilakukan jika anak mengalami pelecehan seksual, serta
3) tahu kemana mencari bantuan baik advokasi hukum dan layanan psikologis.

Tuesday, 16 January 2018

Game materi 11 hari ke 9

Game materi 11 : Menumbuhkan fitrah Seksualitas
#tantangan10hari
#fitrahseksualitas
#bundasayangsesi11
#learningbyteaching

Pada presentasi kelompok 9 kali ini saya menemukan presentasi yang mencakup semua materi presentasi dari kelompok 1 sampai kelompok 8 .
Judul presentasi kelompok 9 ini adalah : Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak melalui Pengenalan Aurat Sejak Dini

Saat ini kembali marak berita mengenai kasus pelecehan seksual pada anak. Pelakunya pun orang terdekat dari para korban. Miris sekali, seharusnya sosok terdekat bisa menjadi pelindung & panutan bagi anak-anak namun yang terjadi justru sebaliknya. Belum lagi kasus penyimpangan seksual lainnya yang semakin menghantui para orang tua. Lalu apa yang harus dilakukan para orang tua untuk dapat membentengi anak-anak dari penyimpangan perilaku & kekerasan seksual?
Sebelum masuk pada pembahasan lebih dalam, kita pahami dulu pengertian mengenai fitrah seksualitas dan aurat.

☘Pengertian Fitrah Seksualitas
Fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.

☘Ada tiga tujuan utama yang ingin dicapai saat
      membangkitkan fitrah seksualitas, yaitu:
1. Membuat anak mengerti tentang identitas
    seksualnya. Anak bisa memahami bahwa dia itu
    laki-laki ataupun perempuan.
2. Mengenali peran seksualitas yang ada pada dirinya.
    Anak mampu menempatkan dirinya sesuai peran
    seksualitasnya. Seperti cara berbicara, cara
    berpakaian, berpikir dan bertindak.
3. Mengajarkan anak untuk melindungi dirinya dari
    kejahatan seksual.

☘Tahapan dalam membangkitkan fitrah seksualitas:
1. Usia 0-2 tahun
    Anak lelaki dan perempuan didekatkan pada ibunya
    karena ada proses menyusui.
2. Usia 3 - 6 tahun anak lelaki dan anak perempuan
    harus dekat dengan ayah ibunya agar memiliki
    keseimbangan emosional dan rasional apalagi anak
    sudah harus memastikan identitas seksualitasnya
    sejak usia 3 tahun. Kedekatan paralel ini membuat
    anak mampu membedakan sosok lelaki dan
    perempuan, sehingga anak di usia 3 tahun dengan
    jelas mampu mengatakan "saya perempuan" atau
    "saya lelaki".
3. Usia 7 - 10 tahun, anak lelaki lebih didekatkan
    kepada ayah karena di usia ini ego sentrisnya
    mereda bergeser ke sosio sentris, mereka sudah
    punya tanggungjawab moral. Begitupula anak
    perempuan didekatkan ke ibunya agar peran
    keperempuanan dan peran keibuannya bangkit. Ibu
    harus jadi wanita pertama hebat yang dikenang
    anak-anak perempuannya dalam peran seksualitas
    keperempuanannya.
4. Usia 10 - 14 tahun adalah tahap kritikal, usia
    dimana puncak fitrah seksualitas dimulai serius
    menuju peran untuk kedewasaan dan pernikahan. Di
    tahap ini secara biologis, peran reproduksi
    dimunculkan oleh Allah SWT secara
    alamiah, anak lelaki mengalami mimpi basah dan
    anak perempuan mengalami menstruasi pada tahap
    ini. Secara syahwati, mereka sudah tertarik dengan
    lawan jenis, di tahap usia 10-14 tahun, anak lelaki
    didekatkan ke ibu, dan anak perempuan didekatkan
    ke ayah. Anak lelaki didekatkan ke ibu agar seorang
    lelaki yang di masa balighnya, mampu memahami  
    secara empati bagaimana lawan jenisnya harus
    diperhatikan, dipahami dan diperlakukan dari
    kacamata perempuan bukan kacamata lelaki.
    Sedangkan anak perempuan didekatkan ke ayah.
5. Usia >15 tahun merupakan usia aqil baligh, ini
    adalah tahap penyempurnaan fitrah seksualitas
    sehingga menjadi peran keayah bundaan. Ini adalah
    masa aqil baligh dimana anak bukan lagi anak2 tapi
    mitra bagi kedua orang tuanya.

☘Tantangan
1. Banyaknya tayangan televisi, iklan, media sosial
     yang mempertontonkan aurat.
2. Lingkungan pergaulan anak-anak yang beragam.

☘Solusi
Mengenalkan aurat sejak dini

☘Pengertian Aurat
Aurat adalah anggota atau bagian dari tubuh yang apabila terbuka atau tampak akan menimbulkan rasa malu, aib, dan keburukan-keburukan lainnya. Oleh sebab itu, hendaknya menutup bagian tersebut sehingga tidak dapat dilihat oleh orang lain.

Bagi anak-anak terutama balita, tentunya memperkenalkan tentang aurat, tak segampang menjelaskan kepada orang dewasa. Disinilah orangtua harus pintar dalam menterjemahkan ke dalam bahasa anak. Bisa menggunakan metode menyanyi, metode visual agar tertangkap dengan otak kanan, atau menggunakan teknik bercerita. Katakan kepada mereka, kalau aurat perempuan dan laki-laki itu berbeda.

☘Batasan Aurat
  👦🏻Laki-laki
  Batasan aurat laki-laki dari pusar sampai lutut.
  👧🏻Perempuan
  Batasan aurat perempuan, seluruh tubuh kecuali
  muka dan telapak tangan.

Dalam menjelaskan anggota tubuh mana saja yang termasuk aurat, senantiasa orangtua membarenginya dengan gerakan. Misalnya, ketika menunjukkan pusar sampai lutut untuk aurat laki-laki, usahakan telapak tangan diusapkan ke bagian tubuh yang dimaksud. Hal ini sangat membantu si anak agar lebih memahaminya.

Memperkenalkan aurat yang merupakan tarbiyah jinsiyah (sex education), sangat dirasa wajib terutama bagi mereka yang sudah mendekati usia akil baligh. Akan tetapi untuk zaman sekarang, dimana banyak sekali kasus yang bikin merinding bulu roma, yakni pelecehan seksual, sodomi dan pemerkosaan terhadap anak-anak,  maka memperkenalkan tentang aurat dan bahaya mempertontonkannya,  sebisa mungkin harus sudah mulai dari sekarang.  Informasikan pada anak-anak, bahwa ada bagian tubuh yang tak boleh dilihat apalagi disentuh kecuali oleh ayah dan ibunya. Penyampaian kepada mereka tentunya harus dibarengi kesabaran, karena biasanya tak cukup sekali. Sampaikan dengan melihat aspek umur mereka, karena tiap tigkatan umur memiliki tingkat pemahaman yang berbeda.

Selain larangan memperlihatkan anggota tubuh yang termasuk aurat, anak-anak juga harus diberitahu, kalau melihat aurat orang lain, sama saja dilarang dan dianggap berdosa. Sehingga diharapkan matanya lebih terjaga, hatinya lebih tertata,

☘Cara mengenalkan aurat
1. Pengenalan batasan aurat laki-laki dan perempuan
     menurut padangan Islam, mana yang boleh dan
     tidak boleh terlihat, siapa saja yang boleh melihat
     aurat.
2. Pisahkan tempat tidur anak dengan orangtua dan
    saudara yang berlainan jenis kelamin.
3. Ajak bermain sambil belajar dalam mengenal aurat
    baik dari buku cerita , nyanyian maupun film animasi

☘Sumber Pustaka :
Santoso,Hari. 2015. Fitrah Based Education.

http://www.ummi-online.com/membangkitkan-fitrah-seksualitas-pada-anak-bagian-1.html

Alfadl Habibie.2017. Jurnal Pendidikan Early Childhood: Pengenalan Aurat bagi Anak Usia Dini dalam Pandangan Islam

http://cemerlangmart.blogspot.co.id/2017/04/kenali-auratmu-nak.html

http://m.hidayatullah.com/kajian/jendela-keluarga/read/2017/12/05/129681/pembiasaan-bagian-penting-pendidikan-anak.html

Saturday, 13 January 2018

Game materi 11 hari ke 8

Game materi 11: Menumbuhkan Fitrah Seksualitas
#tantanagn10hari
#fitrahseksual
#bundasayangsesi11
#learningbyteaching

Review untuk presentasi kelompok 8 dengan judul :
Konsep Gender dan
Budaya Malu pada Anak
Usia Dini

📚 Definisi
📑Konsep Gender
Konsep Gender menggambarkan peran,
fungsi dan tanggung jawab antara laki-laki dan perempuan sebagai hasil konstruksi sosial. Misalnya laki-laki itu kuat,rasional, perkasa, dll. Sedangkan perempuan itu lembut, lebih berperasaan,keibuan, dll.

📑Budaya Malu
🔹Malu yaitu merasa sangat tidak enak hati (hina,rendah, dsb) karena berbuat sesuatu yang kurang baik (kurang benar, berbeda dengan kebiasaan, mempunyai kekurangan, dsb).
🔹Budaya yaitu pikiran, akal budi, sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang sukar diubah.
🔹Budaya malu berarti sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang timbul dari pikiran dan akal budi yang merasa tidak enak hati karena berbuat sesuatu yang kurang baik.

📚Latar Belakang
📌Ada banyak aktivitas keseharian yang kita temui, terkesan biasa, lumrah, wajar, tapi bisa mempengaruhi perkembangan seksualitas anak, terutama tentang konsep diri akan gender (laki-laki dan perempuan).
📌Makin maraknya kekerasan seksual terhadap anak.

📚Fenomena Sekarang
📌Kebiasaan mendandani anak kecil laki-laki ala perempuan.
📌Maraknya penampilan ala banci.
📌Makin tidak jelasnya gaya busana jaman now antara laki-laki dan perempuan.
📌Anak kecil perempuan terbiasa didandani dengan pakaian minim dengan alasan lucu,trend saat ini.

📚Tujuan :
📌Agar anak memahami akan kondisi tubuhnya,kondisi tubuh lawan jenisnya, serta mampu menjaga & menghindarkan anak dari kekerasan seksual.
📌Tidak ada cara instan untuk mengajarkan seks pada anak, kecuali melakukannya setahap demi setahap sejak dini sesuai umur dan gendernya.
📌Pembelajaran sejak dini dapat mengajarkan anak mulai dari hal yang sederhana & menjadikannya sebagai satu kebiasaan sehari-hari.

📚Pokok-pokok Pendidikan Seks yang Bersifat Praktis, yang Bisa Diterapkan & Diajarkan pada Anak
📌Menanamkan rasa malu pada anak.
▪Memandikan serta memakaikan baju anak ditempat tertutup.
▪Tidak memajang foto anak tanpa pakaian.
📌Menanamkan jiwa maskulinitas pada anak laki-laki & jiwa feminitas pada anak perempuan.
▪Untuk itu harus dibiasakan dari kecil anak-anak berpakaian sesuai dengan jenis kelaminnya.
📌Memisahkan tempat tidur anak-anak.
▪Pemisahan tempat tidur dengan orang tua anak terlatih untuk mandiri, anak terlatih melepaskan perilaku lekatnya (attachment behavior) dengan orangtuanya
▪Pemisahan tempat tidur anak dengan saudaranya yang berbeda jenis kelamin
ditumbuhkan kesadaran tentang eksistensi perbedaan jenis kelamin.
📌Mengenalkan waktu berkunjung (mengajarkan etika privasi)  memberikan pemahaman pada anak untuk mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk ke kamar orang tua/saudaranya.
Utamanya meminta ijin dalam 3 waktu.
- sebelum sholat shubuh
- tengah hari
- setelah sholat isya
📌Mendidik Menjaga kebersihan alat kelamin.
▪Anak harus dibiasakan untuk buang air pada tempatnya
▪Mengajari anak untuk menjaga kebersihan alat kelamin agar bersih dan sehat, sekaligus mengajari anak tentang najis.

📚Tema Pembelajaran
📌Aku dan Tubuhku.
📌Aku dan Pakaianku.
📌Keluarga & Orang di sekitarku.
📌Cara Merawat & Menjaga Tubuhku.

📌Aku dan Tubuhku
🔹Anak diperkenalkan nama-nama dan fungsi masing-masing anggota tubuh.
🔹Anak mengetahui perbedaan anggota tubuh laki-laki dan perempuan.
🔹Mengenalkan ‘area pribadi’ yang hanya boleh dipegang oleh dirinya
sendiri/orang-orang terpercaya dengan tujuan yang baik. seperti untuk dibersihkan oleh orang tua/kakek-nenek. untuk tujuan penting seperti kesehatan, misal oleh dokter,tentu
dengan pengawasan orang tua.

📌Aku dan Pakaianku
🔹Anak mengetahui bahwa pakaian laki-laki dan perempuan berbeda.
🔹Anak memahami fungsi pakaian.
🔹Anak mampu memakai pakaian sendiri sesuai dengan jenis kelaminnya.
🔹Anak memakai pakaian yang bersih dan rapi serta sopan.
‘area pribadi’ adalah aurat  edukasi anak kita untuk terbiasa malu bermain hanya
mengenakan pakaian dalam.

📌Aku, Keluarga dan Orang di Sekitarku
🔹Anak mengetahui anggota keluarga (ayah, ibu, adik, kakak, kakek, nenek, dll).
🔹Anak mengetahui orang di sekitarnya (teman sebaya, tetangga, tamu, dll).
🔹Anak laki-laki dan perempuan tidak tidur dalam 1 kamar.
🔹Anak tidur terpisah dari ayah & ibu, paman/bibi.
🔹Menolak saat tetangga laki-laki mengajak anak perempuan ke tempat yang sepi hanya berdua.
🔹Menolak saat tetangga memberi uang/makanan pada saat tidak ada orang tua.

📌Cara Merawat & Menjaga Tubuhku
🔹Anak mengetahui cara merawat anggota
tubuhnya serta menjaga dengan baik dan
benar --> toilet training, bisa membersihkan diri sendiri setelah BAK dan BAB.
🔹Anak mampu menjaga, merawat dan mempertahankan anggota tubuhnya dari bahaya --> berteriak saat ada orang memegang area pribadinya yaitu : mulut,dada, bagian antara pusar dan lutut (kemaluan) dan bagian belakang (anus).

📖Referensi
1. Balqis, Ummu. 2015. Bukan Ibu Biasa. Jakarta : Qultum Media.
2. Buletin Anak Ceria, 2017. diambil dari www.paudanakceria.psikologi.unair.ac.id/85-2/
3. Jatmikowati, Tri Endang, dkk. 2015. Model dan Materi Pendidikan Seks Anak Usia Dini Perspektif Gender Untuk Menghindari Sexual Abuse. Cakrawala Pendidikan. Vol.34, No. 3:434-448;

Friday, 12 January 2018

Game materi 11 hari ke 7

Game materi 11:Menumbuhkan Fitrah Seksualitas
#tantanagn10hari
#fitrahseksualitas
#bundasayangsesi11
#learningbyteaching
Review kali ini adalah hasil presentasi kelompok 7,kelompok saya sendiri bersama mbak Nurul FE.
Kami mengkhususkan membahas materi dengan tantangan mengenalkan fitrah seksualitas sejak dini ,untuk kelompok usia 0-7th.
Kenapa kami fokus mengambil kelompok usia 0-7th ? Karena kami yakin diusia inilah adalah saat yg sangat penting sebagai langkah awal dalam menanamkan pondasi kehidupan yg kuat termasuk pendidikan seksualitas sebagai salah satu fitrah nya.
Langkah awal bagi orang tua untuk menanamkan hal2 baik ,mengenalkan kebaikan dan mengajarkan pembiasan2 yg baik dalam kehidupan seorang Anak.
Berikut presentasi lengkap kami :

Mengenalkan Fitrah Seksualitas Sejak Dini (usia 0-7th)

Maraknya pelecehan seksual tak urung membuat kita semua khawatir. Mulai dari pelecehan seksual pada anak, penyimpangan seksual seperti LBGT menghiasai pemberitaan di media kita setiap hari. Hal tersebut membuat kita sebagai orangtua menjadi semakin mawas diri dan terus menerus bertanya
"Apa yang sebaiknya kita lakukan?"

Sebagai orangtua, solusi untuk menangkal pelecehan dan penyimpangan seksual adalah dengan menumbuhkan fitrah seksualitas dengan mengenalkan fitrah seksualitas sejak dini secara bertahap sesuai usia anak. Sebelumnya kita pahami dulu tentang fitrah seksualitas. Fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berpikir, merasa, dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai laki-laki sejati atau perempuan sejati. Di dalamnya terdapat pengertian seks dan seksualitas.

Seks adalah perbedaan badani atau biologis perempuan dan laki-laki yang sering disebut jenis kelamin yaitu penis untuk laki-laki dan vagina untuk perempuan.
Seksualitas menyangkut berbagai dimensi yang sangat luas, yaitu dimensi biologis, psikologis, sosial, perilaku dan kultural.

Seksualitas dari dimensi biologis berkaitan dengan organ reproduksi dan alat kelamin, termasuk bagaimana menjaga kesehatan dan memfungsikan secara optimal organ reproduksi dan dorongan seksual (BKKBN, 2006).

Seksualitas dari dimensi psikologis berkaitan dengan bagaimana menjalankan fungsi sebagai makhluk seksual, identitas peran dan jenis kelamin.

Seksualitas dari dimensi sosial berkaitan dengan bagaimana seksualitas dalam hubungan antar manusia, membentuk pandangan tentang seksualitas yang pada akhirnya membentuk perilaku seks.

Seksulaitas dari dimensi perilaku berkaitan dengan dorongan atau hasrat seksual.

Seksualitas dari dimensi kultural berkaitan dengan perilaku seks menjadi bagian dari budaya masyarakat.

Sebelumnya perlu kita ketahui bahwa urgensi dari pendidikan seksualitas kepada anak adalah dengan menanamkan nilai-nilai agama yang kuat. Nilai agama sangat berperan penting sebagai dasar pemahaman anak untuk menjaga dirinya dengan baik. Pemahaman nilai agama pada anak dapat kita mulai dengan mengenalkan kasih sayang Tuhan kepada makhluknya. Bahwa Allah itu Maha Pengasih dan Penyayang, oleh karena itu Allah membuat petunjuk dan aturan agar manusia dapat hidup dengan baik di dunia. Perkenalkan secara bertahap kepada anak petunjuk dan aturan agama kepada anak sehingga anak menyadari bahwa tingkah lakunya didunia ini harus dia pertanggungjawabkan kepada Allah.

Sembari terus mengenalkan nilai-nilai agama pada anak, hal yang tak kalah penting adalah pendidikan seksualitas yang meliputi perkembangan alat kelamin, perubahan hormon dan kesehatan reproduksi. Pada materi kali ini, kami hanya akan membahas pengenalan fitrah seksualitas pada usia 0-7 tahun.

Berikut ini beberapa tips mengenalkan pendidikan seksualitas pada anak usia 0-7 tahun:
1. Pada usia 0-2 tahun, bangun kelekatan antara ibu dan anak.
Ketika kelekatan sudah terbentuk secara aman pada tahun pertama usia bayi, rasa percaya sudah tumbuh, yaitu perasaan diterima, dicintai dan dilindungi. Perasaan ini penting dimiliki oleh anak-anak agar dia mampu mencintai dan menghargai dirinya sendiri. Saat anak merasa dicintai dan diterima maka akan tumbuh rasa menghargai diri sendiri, sehingga anak mampu dengan baik menjaga dirinya dan tubuhnya dengan baik.

Selain itu, sejak bayi ibu juga harus membiasakan membersihkan organ vital anak setelah BAK/BAB agar anak terbiasa dengan standar kebersihan yang baik. Setelah anak siap toilet training, ajarkan toilet training dengan cara yang baik. Misalnya, kalau BAK/ BAB harus di kamar mandi dengan posisi jongkok, tidak boleh berdiri baik laki-laki maupun perempuan, membiasakan diri berdoa sebelum dan sesudab masuk kamar mandi.

2. Pada usia 2-7 tahun,

A. Bangun kedekatan antara orangtua dan anak.
Pentingnya membangun keintiman antara orangtua dan anak agar muncul rasa percaya anak kepada orangtua.  Hal ini dapat dilakukan dengan membiasakan komunikasi positif dengan anak sehingga akan muncul keterbukaan anak kepada orangtua.

B. Kenalkan anak dengan bagian-bagian tubuhnya.
Dimulai dari anggota tubuh yang terlihat seperti mata, hidung, telinga, tangan, kaki, kepala, dsb. Lalu, ajarkan anak tentang nama-nama alat reproduksi dengan jelas, misalnya vagina, penis, payudara, pantat. Sehingga saat dikemudian hari anak mengalami pelecehan atau gangguan di bagian tersebut, anak dapat menyebutkannya dengan jelas.

C. Kenalkan anak dengan bagian-bagian tubuh yang tidak boleh disentuh dan dilihat oleh sembarang orang.
Bila anak sudah mengetahui nama dari bagian tubuhnya, maka selanjutnya kita kenalkan dengan bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh sembarang orang misalnya, mulut, dada, payudara, perut, vagina, penis, dubur, pantat. Kita kenalkan juga bagian tubuh yang tidak boleh dilihat sembarang orang misalnya payudara, perut, vagina, penis, dan pantat.

Jelaskan juga pada anak, bahwa bagian -bagian tubuh tersebut hanya boleh dipegang oleh ibu atau ayah saat membersihkan setelah buang air besar atau kecil. Boleh juga dipegang oleh dokter saat memeriksa anak ketika sakit.

D. Kenalkan konsep perbedaan jenis kelamin
Ajarkan mengenai 2 jenis kelamin yang ada yaitu laki-laki dan perempuan. Selain itu, ajarkan juga mengenai perbedaan bagian tubuh yang ada pada kedua jenis kelamin tersebut. Misalnya, jika perempuan memiliki vagina dan payudara yang nantinya akan membesar untuk menyusui bayi di kemudian hari. Sedangkan laki-laki memiliki penis dan dada yang tidak akan membesar karena laki-laki tidak menyusui bayi.

E. Ajarkan budaya malu
Jika anak telah dikenalkan dengan bagian tubuh yang tidak boleh diperlihatkan pada sembarang orang, maka mulai ajarkan rasa malu agar ia tidak sembarang memperlihatkan agian tubuhnya. Selain itu ajarkan juga etika dan kesopanan dalan berpakaian dan bertingkah laku. Misalnya dengan memakai pakaian yang menutup aurat.

F. Ajari anak untuk melakukan beberapa hal jika anak mengalami pelecehan seksual.
Ajari anak untuk berkata "tidak", berteriak dan berlari saat ada orang lain yang menyentuh bagian-bagian tubuhnya.

Orangtua memegang peranan penting dalam mengenalkan fitrah seksualitas sejak dini. Selain dengan membangun kelekatan dengan anak, pengenalan fitrah seksualitas dapat dilakukan melalui kegiatan sehari-hari, misalnya saat anak memandikan anak, mengganti baju juga bisa melalui membacakan cerita. Dengan mengenalkan fitrah seksualitas sejak dini, diharapakan pelecehan dan penyimpangan seksual dapat diatasi. Selain itu , agar anak-anak kelak dapat berperan baik sesuai dengan fitrah seksualitasnya. Perempuan sebagai ibu dan laki-laki sebagai ayah.

Sumber ilmu :
Ratna Megawangi. Kelekatan ibu-anak, kunci membangun bangsa. 2014. Indonesia Heritage Foundation

https://www.educenter.id/tips-mengajarkan-seks-pada-anak-usia-dini/

https://www.kompasiana.com/pentingnya-mengajarkan-pendidikan-seks-sejak-usia-dini/

https://www.scribd.com/pengertian-seks-dan-seksualitas/

Game materi 11 hari ke 6

Game materi 11 : Menumbuhkan Fitrah Seksualitas
#tantanagn10hari
#fitrahseksualitas
#bundasayangsesi11
#learningbyteaching

Presentasi kelompok 6 menjadi presentasi kesukaan saya ,judul yg diambil adalah Peran penting orangtua dalam menumbuhkan fitrah seksualitas.
Berikut review presentasi kelompok 6 :

:(Fitrah seksualitas: makna dan tantangannya

Fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai laki-laki sejati atau perempuan sejati. Jadi, fitrah seksualitas ini berbeda dengan pendidikan seks. Pendidikan fitrah seksualitas dimulai sejak bayi lahir. Dan kunci dalam menumbuhkan fitrah seksualitas adalah kehadiran dan kedekatan orang tua dengan anaknya dari lahir sampai masa aqilbaligh paripurna.
Menurut riset anak-anak yang tercerabut dari orang tuanya sejak dini baik karena perang, bencana alam, perceraian, long distance mariage berkepanjangan, dll akan banyak mengalami gangguan kejiwaan, mulai dari perasaan terasing, perasaan kehilangan kelekatan, sampai depresi. Kelak dewasa mengalami masalah sosial dan seksualitas seperti homoseksual, membenci perempuan, curiga pada hubungan, dsb. Ketika menjadi suami menjadi kasar, susah memahami perasaan istrinya, atau "ketergantung" dengam istri, tidak memiliki visi misi, dll. Ketika menjadi istri susah mengelola keluarga, kurang menghormati suami, dll.
Oleh karena itu, diperlukan kehadiran dan kedekatan orang tua pada tiap tahapan anak
Usia 0-2tahun anak didekatkan dengan ibunya karna dalam masa ini ada proses menyusui. Saat ini banyak ibu yang seakan kesulitan memenuhi ASI untuk anaknya dengan berbagai alasan. Namun, saat ini juga tersedia banyak bantuan yang bisa diperoleh dan beragam usaha yang bisa dilakukan supaya anaknya mendapatkan haknya berupa ASI sampai 2th. Dan yang penting, ASI bukan hanya untuk memenuhi rasa haus dan lapar bayi saja, tetapi selama proses menyusui ibu dapat mendidik anaknya, dan ini efektif karna anak sedang dalam kenyamannya. Dan karna itulah saat menyusui anaknya, ibu tidak sebaiknya tidak nyambi dengan pekerjaan lain.
Usia 3-6tahun anak didekatkan dengan ayah dan ibunya karna pada tahap ini harus ada keseimbangan emosional dan rasional, terlebih harus sudah tahu identitas seksual dirinya sendiri sejak 3 tahun. Pada tahap ini, anak akan mengamati cara berpakaian orang tuanya, cara berpikir orang tuanya, cara bicara orang tuanya, dan cara bertindak orang tuanya. Dan dari situlah, ia akan menentukan dirinya sebagai lelaki atau perempuan secara jelas.
Usia 7-10 tahun anak laki-laki di dekatkan dengan ayahnya, anak perempuan didekatkan oleh ibunya. Pada masa ini, penting untuk membangun kelakilakian pada jiwa anak laki-laki, dan keibuan pada jiwa anak perempuan. Ayah harus menjadi ayah hebat yang akan dikenang anak laki-laki sepanjang hayatnya sebagai pemimpin yang bijaksana, tanggung jawab, berkomunikasi dengan baik. Ibu harus menjadi ibu yang hebat yang akan dikenang anak perempuannya sepanjang hayat sebagai ibu yang hangat, penuh cinta, mampu mengelola rumah tangga yang baik. Pada tahap ini, anak sudah mulai mengalami masa pubertas, jadi ayah harus mampu menjelaskan apa itu mimpi basah, apa itu sperma, apa konsekuensi kalau ada sperma, dll; ibu harus mampu menjelaskan apa itu menstruasi, apa yang akan dialami anak saat menstruasi, dan konsekuensi karna sudah menstruasi; termasuk harus bisa menjelaskan mandi wajib dan kewajibannya sholat.
Usia selanjutnya anak didekatnya dengan lintas gender, anak laki-laki didekatkan dengan ibunya, dan anak perempuan didekatkan dengan ayahnya. Karna pada masa ini sudah akan muncul masa kedewasaan yang dalam arti mulai ada ketertarikan dengan lawan jenis. Dengan lintas gender maka akan timbul empati atas peran yang berbeda dengan dirinya. Pada tahap ini saat yang tepat untuk membangun laki-laki sejati atau perempuan sejati dalam diri anak.

Namun, saat ini setiap keluarga menghadapi banyak sekali tantangan yang menyebabkan tidak terpenuhinya peran ayah atau ibu atau bahkan keduanya untuk anak-anaknya. Padahal hal tersebut akan berakibay fatal pada perkembangan diri anak khususnya terkait fitrah seksualitasnya. Solusinya:
1. Jika orang tua sibuk bekerja dan anak harus disekolahkan maka pilih sekolah dengan visi-misi yang sejalan dengan visi-misi orang tua. Selain itu, pilih sekolah dengan rasio guru laki-laki dan perempuan yang seimbang terutama saat usia dini. Dengan adanya guru laki-laki dan perempuan yang bergantian mengajar maka anak akan seimbang perkembangan emosional dan rasionalnya.
2. Jika orang tua harus single fighter karna perceraian atau meninggal. Untuk yang mengalami perceraian maka orang tua tidak boleh mengambil hak anaknya untuk tetap bertemu dengan orang tuanya. Orang tua berusaha tetap kompak di depan anaknya. Seperti keluarga Dedy Corbusier misalnya. Untuk pasangannya yang meninggal, ustad Harry pernah berpesan untuk segera mencari pasangan penggantinya. Peran ayah atau ibu tidak bisa digantikan oleh peran nenek atau kakek meskipun berjenis kelamin sama. Ayah adalah ayah bagi sang anak.
3. Jika orang tua harus menjalani long distance relationship maka orang tua perlu merenungkan kembali akan dibawa kemana pendidikan fitrah seksualitas anak-anaknya. Bagaimanapun anak harus tetap memperoleh haknya untuk mendapatkan kehadiran dan kedekatan dari kedua orang tuanya. Bu Elly Risman pernah mengatakan tidak ada quality time tanpa quantity time. Jadi, orang tua memang perlu memberikan waktu khusus untuk bertemu, bercengkrama, berpelukan, dll pada anaknya. Banyak riset menunjukkan banyak sekali manfaat dari pelukan dan skin to skin antara orang tua dengan anak.
4. Jika anak harus didampingi oleh orang lain, baik itu baby sitter, asisten rumah tangga, kakek nenek, atau yang lain maka perlu adanya kesamaan visi-misi antara orang tua dengan pengasuh atau setidaknya tidak berbeda secara signifikan. Orang tua harus intens memantau perkembangan anaknya dengan cara menjalin komunikasi yang baik dengan pengasuh.
5. Mendampingi anak di era digital maka orang tua pun harus banyak belajar tentang hal update yang terjadi saat ini. Membekali anak dengan gagdet pun harus disertai dengan tanggung jawab akan batasan waktu dan konten. Orang tua tidak boleh memberikan gagdget sebagai pengganti kehadiran dan cintanya pada anak-anak.

Thursday, 11 January 2018

Game materi 11 hari ke 5

Game materi 11 : Menumbuhkan Fitrah Seksualitas
#tantangan10hari
#fitrahseksualitas
#bundasayangsesi11
#learningbyteaching

Presentasi kelompok 5 kali ini cukup menarik yg mengambil judul menumbuhkan fitrah seksualitas berdasakan norma agama.
Berikut hasil review saya thd presentasi kelompok 5.

Perbedaan antara pendidikan seks, pendidikan seksualitas dan fitrah seksualitas.

☑ Pendidikan Seks merupakan pendidikan mengenai aktivitas hubungan intim dan alat kelamin.

☑ Pendidikan Seksualitas merupakan pendidikan yang mencakup tentang bagaimana seorang anak diajarkan cara berfikir, cara bersikap, merasakan kasih sayang orang tua, merespon kasih sayang, mengekspresikan diri, yang akan membentuk harga dirinya kelak.

☑ Fitrah Seksualitas berarti menumbuhkan fitrah gender.
Fitrah Gender adalah cara seorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai dengan fitrah sebagai perempuan atau laki-laki sejati, sehingga dapat memenuhi peran, fungsi, dan karakteristik.
Misalnya:
*Anak perempuan memiliki fitrah keperempuanannya yakni sikap keibuan.
*Anak laki-laki dengan fitrah kelaki-lakiannya yakni sikap keyahan.

🌿 Tahapan Mendidik Fitrah Seksualitas.

📌 Usia 0-2 tahun.
Dekatkan anak dengan ibunya. Pada usia ini anak masih menyusu pada ibunya.
Menyusui adalah pondasi penguatan konsepsi semua fitrah.

📌 Usia 3-6 tahun.
Pada tahapan ini penguatan konsepsi gender dengan penggambaran positif gender masing-masing. Anak laki-laki dan perempuan harus didekatkan dengan kedua orangtuanya.
Indikator pada tahapan ini adalah anak dapat menyebutkan dengan jelas dan bangga dengan gendernya diusia 3th.
Dari usia 3th, anak sudah diajarkan bahwa tubuhnya amatlah berharga.
Caranya adalah senantiasa meminta ijin apabila ingin memegang daerah kemaluannya dengan menyebut nama medis bukan nama absurd.
Kemudian mengaitkannya dengan perintah Allah SWT tentang adab thaharah dalam Islam. Dalam tahap ini anak dilatih untuk bisa toilet training.

📌 Usia 7-10 tahun.
Sifat ego sentrisnya berubah menjadi sosio sentris, yakni sudah memiliki tanggungjawab moral dan Syariah.
Pada anak laki-laki diperbanyak kegiatan bersama ayah, seperti sholat berjamaah, melakukan aktivitas motorik bersama dan lebih menghayati peran seorang laki-laki atau keayahan.
Hal yang sama juga terjadi pada anak perempuan, lebih didekatkan pada ibu dan melakukan aktivitas keibuan seperti merawat, dsb.

📌 Usia 11-14 tahun (Pre Aqil baligh).
Diajarkan bagaimana berinteraksi sehat dengan lawan jenisnya.
Anak laki-laki didekatkan dengan ibunya sedangkan anak perempuan dengan ayahnya.
Dalam tahap ini :
* Puncak perubahan hormonal
* Melatih kepekaan anak dalam bergaul
* Mulai selektif dalamemilih teman
* Mulai dapat memahami tentang kelainan dan penyakit seksualitas.
* Dijelaskan tentang pernikahan dan bahaya pacaran.
* Perlunya adab menahan diri
* Adanya kesepakatan dan aturan mengenai penggunaan gadget, bijak bermain sosmed, batasan bermain game.
* Adanya pembahasan mengenai pornografi.

📌 Usia 15 tahun.
Penyempurnaan fitrah seksualitas.
Pada tahap ini anak sudah dibebankan Syariah dan berubah statusnya menjadi mitra orang tua.

🌿 Adapun Prinsip Fitrah Seksualitas.

📃 Prinsip 1
Fitrah Seksualitas memerlukan kehadiran, kedekatan, kelekatan anak sejak lahir sampai usia 15th dengan figur ayah dan ibu secara utuh dan seimbang.

📃 Prinsip 2
Ayah berperan memberikan suplai maskulinitas dan ibu memberikan suplai femininitas.
Anak laki-laki mendapatkan suplai 75% maskulinitas dan 25% femininitas, sedangkan anak perempuan 75% femininitas dan 25% maskulinitas.

📃 Prinsip 3
Penumbuhan fitrah seksualitas yang paripurna, melahirkan lelaki yang mempunyai peran keayahan sejati dan perempuan yang berperan kebundaan sejati. Mereka memiliki akhlak yang mulia terhadap pasangan dan keturunannya.

📃 Prinsip 4
Jika anak kehilangan sosok salah satu figur, maka harus dicarikan figur pengganti dari keluarga atau komunitas.

Tuesday, 9 January 2018

Game materi 11 hari ke 4

Game materi 11 : Menumbuhkan Fitrah Seksualitas
#tantangan10hari
#fitrahseksualitas
#bundasayangsesi11
#learningbyteaching

Hasil review terhadap presentasi kelompok 4 dengan judul pentingnya pendidikan seks sejak dini untuk mencegah pelecehan seksualitas ,sbb :

Apa saja yg termasuk pendidikan seksualitas ? Menurut kelompok 4 adalah :pendidikan seks meliputi proses terjadinya pembuahan, proses kehamilan sampai melahirkan, tingkah laku sosial, hubungan sosial, serta aspek-aspek kesehatan secara jelas dan benar. Pendidikan seks juga meliputi pemberian pemahaman tentang perkembangan fisik dan hormonal seorang anak. Pendidikan seks yang tepat akan membantu buah hati kita memahami alat reproduksi dan terkait dengan seksualitasnya.

🐣Secara umum, anak-anak akan mengalami fase-fase seksualitas berikut:
1. Fase oral 0-2 tahun, nikmat saat menghisap puting susu ibu.
2. Fase anal 2-4 tahun, merasa nikmat saat mengeluarkab feces dari anus.
3. Fase phallic 4-7 tahun, anak mulai memegang alat kelamin.
4. Fase genital 8-12 tahun, anak mulai tertarik lawan jenis.

🐥Berdasarkan fase tersebut, maka pendidikan seks dapat dilakukan secara bertahap sesuai usianya.
1. Usia 1-5 tahun : kenalkan anggota tubuh anak secara detail.
2. Usia 5-10 tahun : menjawab pertanyaan anak secara benar.
3. Usia 10-12 tahun : kenalkan tentang haid, mimpi basah, dan perubahan fisik.
Orang tua perlu memberikan pendidikan seks sesuai dengan jenjang usia anak.

Untuk anak usia TK sampai SD :
1. Jalin komunikasi shg muncul keterbukaan anak kepada orang tua.
2. Persepsi seks diarahkan pada jenis kelamin.
3. Penjelasan perbedaan laki-laki dan perempuan secara fisik.
4. Pengenalan organ tubuh.
5. Memakai bahasa yang baik dan ilmiah (penis, vagina, dll)
6. Menjelaskan cara merawat kesehatan dan kebersihan organ.
7. Mengajarkan anak untuk menghargai dan melindungi tubuhnya.
8. Menjelaskan secara ilmiah mengenai proses kehamilan dan persalinan sederhana.
9. Mempersiapkan masa pubertas.
10. Menjelaskan proses terjadinya mimpi basah dan menstruasi.

💟Anak usia SMP:
1. Menjelaskan sistem organ seks dengan cukup detail.
2. Menjelaskan proses kehamilan dan persalinan dengan detail.
3.Menjelaskan kondisi patologis tentang sistem organ seks.
4. Memberikan pemahaman tanggung jawab moral dalam pergaulan.
5. Memberikan penjelasan mengenai "safe sex" bukan hanya untuk menghindari kehamilan tapi juga penyakit seksual.

💟Untuk anak SMA:
1. Menjelaskan lebih detail materi sebelumnya ditambah bahaya PMS (penyakit menular seksual) terutama HIV/AIDS.
2. Menjelaskan hubungan pria dan wanita, tunangan/pacaran, pilihan hidup menikah/membujang.
3. Penguatan iman, akhlak, adab.

___________________________________________________________________________

📚📝Sumber:

Komunitas Institut Ibu Profesional. Bunda Sayang 12 Ilmu Dasar Mendidik Anak. 2013. Jakarta: Gazza Media.

https://www.bayiku.org/tumbuh-kembang-anak/mencegah-pelecehan-seksual-pada-anak/ . Diakses tanggal 7 Januari 2018.

https://kikibarkiah.wordpress.com/2015/05/23/say-no-get-away-yell-and-tell-someone/ . Diakses tanggal 7 Januari 2018.

Presentasi visual nya dengan aplikasi steller dlm bentuk slide yg bs diakses pd link berikut:

https://steller.co/s/7mwR2rZRVYN

Game materi 11 hari ke 3

Game materi 11 : Menumbuhkan Fitrah Seksualitas
#tantangan10hari
#fitrahseksualitas
#bundasayangsesi11
#learningbyteaching

Presentasi kelompok 3 menampilkan tantangan menumbuhkan fitrah seksualitas pada bagaimana mencegah kekerasan seksualitas pada anak2.
Berikut copy link presentasi visual yg digunakan kelompok 3 dengan aplikasi steller :

https://steller.co/s/7mhdZUhynd3

Dari presentasi visual dapat saya simpulkan salah satu cara terbaik untuk memutus rantai kekerasan seksualitas pd anak2 adalah peran orangtua dalam menciptakan lingkungan aman dan nyaman untuk anak2.

Selain presentasi visual presentasi tulisan juga dikerjakan kelompok 3 yg diwakili mbak mayang . Dapat saya simpulkan solusi yg mereka pilih untuk mencegah kekerasan seksualitas adalah sbb :
1. jangan berharap bahwa anak dapat melindungi dirinya sendiri atau mampu serta-merta menceritakan pelecehan seksual yang dialaminya. Anak perlu dibantu untuk dapat melakukannya.
2. Mengembangkan komunikasi terbuka, dan percaya pada anak. Sebenarnya, anak jarang berbohong dalam berbicara tentang pengalaman pelecehan seksual.
3. Berikan informasi pada anak mengenai mana bagian-bagian tubuhnya yang pribadi: jelaskan bagaimana dan siapa yang boleh menyentuh bagian tubuhnya.
4. Ajarkan anak cara membedakan sentuhan aman dan sentuhan tidak aman. Dan jika sentuhan tidak aman dialami anak, ajari mereka cara mencari pertolongan dan menghentikan pelaku
5. Kenali siapa saja teman anak serta awasi orang-orang yang bermain dengan anak kita.
6. Ajak anak berdiskusi tentang cara menjaga diri dan menjelaskan berbagai faktor resiko yang perlu dijauhi anak agar terhindar dari pelecehan seksual
7. Jaga koneksi internet anak bersih dari pornografi.

Mengajari anak untuk menjauhi pelecehan seksual, artinya secara operasional adalah memberikan anak kesempatan untuk berlatih
1. Mengingat nama-nama bagian tubuh. konsep bagian tubuh pribadi yang tidak boleh dipegang sembarang orang
2. perbedaan antara sentuhan aman dan sentuhan tidak aman
3. mengajarkan bahwa mungkin saja ada orang yang dekat dengan anak yang mencoba menyakiti
4. menjelaskan pada anak bahwa pelecehan seksual bukanlah tanggungjawab si anak melainkan adalah tanggungjawab pelaku yang telah melakukan kejahatan pada anak
5. mengembangkan kemampuannya dalam menghindari dan mencegah pelecehan seksual , misalkan: jika sentuhan dipaksakan dan membuat anak tidak nyaman, maka anak diajarkan berteriak minta tolong dan minta bantuan orang dewasa yang dapat dipercaya
6. mengajak anak yang mengalami pelecehan seksual untuk membuat laporan hukum.
7. Ajari anak bahwa jika anak mau terbuka mencari bantuan untuk mengatasi pelecehan seksual yang dialaminya, maka orangtua akan mendukung dan percaya pada anak.

https://www.google.co.id/amp/s/psikologiforensik.com/2014/12/17/menjaga-anak-anak-kita-dari-pelecehan-seksual/amp/

Sunday, 7 January 2018

Game materi 11 hari ke 2

Game 11 : Fitrah Seksualitas
#tantangan10hari
#bundasayangsesi11
#fitrahseksualitas
#learningbyteaching

Review presentasi kelompok 2 kali ini saya rasa terlalu padat dan panjang ,dikarenakan ada pembahasan yg sama dengan pembahasan kelompok 1 yakni tentang pengertian fitrah seksualitas dan teknisnya. Meskipun dikupas secara berbeda tetap saja hal itu membuat presentasi menjadi panjang. Saya justru khawatir bacaan yg sama hanya membuang waktu saja dan pembaca menjadi terganggu fokusnya pada tema utama. Apalagi tema kelompok 2 tentang peran orangtua mencegah penyimpangan perilaku fitrah seksualitas seperti LGBT harusnya lebih difokuskan . Ini menjadi salah satu kekurangan dlm presentasi kelompok 2.
Adapun kelebihan presentasi nya adalah kelengkapan presentasi mulai materi untuk dibaca berupa tulisan,kemudian berupa slide bergambar,kemudian kelengkapan Sumber literasinya juga lebih banyak dan beragam jika dibandingkan kelompok 1 yang lalu.
Hasil review presentasi dari kelompok 2 dapat saya ambil pelajaran tentang solusi yg kelompok 2 putuskan untuk menumbuhkan fitrah seksualitas dengan tantangan penyimpangan seksualitas adalah sbb :
Salah satu senjata penangkis yang bisa kita gunakan untuk menangkis serangan LGBT yang makin marak ini adalah dengan penguatan fitrah seksualitas didalam keluarga dan dengan melakukan pendidikan seks sejak dini yang dilakukan oleh keluarga.
Apa saja yg bisa dilakukan keluarga dikutip kelompok 2 dari tulisan ibu elly risman sbb :
1. Perkuat ketahanan ayah ibu
2. Menyicil "hutang jiwa" dan merumuskan ulang tujuan pengasuhan
3. Komunikasi yang benar,baik dan menyenangkan
4. Mengajarkan agama sendiri
5. Persiapkan anak menuju Baligh
6. Bijak berteknologi

Berikut beberapa link yg bisa saya temukan pd presentasi kelompok 2 sebagai bahan /sumber literasi media :
Risman, Elly. 2018. Resolusi Pengasuhan 2018. Diambil pada 5 Januari 2018 dari https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2006618796031962&id=221502844543575

Maryati, leni, Tri Susanti dan Uswatun Choiriya. 2012. Pendidikan Seks Dalam Keluarga dan Kegiatan Informal. Makalah magister promosi kesehatan kajian kesehatan reproduksi dan HIV/AIDS UNDIP Semarang

Santosa, Harry. 2017. Perangi LGBT dengan Pendidikan Fitrah. Diambil pada 5 Januari 2018 dari https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10214727792538562&id=1536815060

Santosa, Harry. 2017. Prinsip dan Tahapan Mendidik Fitrah Seksualitas. Diambil pada 5 Januari 2018 dari https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10214702516026665&id=15368150:

Saturday, 6 January 2018

Game 11 : Fitrah Seksualitas


Untuk teman2 yang visual, mungkin bisa lebih mudah memahami materi yang kami sampaikan melalui link presentasi berikut ini :

https://steller.co/s/7mEAy5GEbLj

Game materi 11 hari ke 1

Game 11 : Menumbuhkan fitrah seksualitas

#tantangan10hari
#bundasayangsesi11
#fitrahseksualitas
#learningbyteaching

Setelah mengikuti presentasi kelompok 1 kmarin saya menemukan ada kesamaan ide dari hasil belajar kelompok bersama mbak Nurul F digrup kecil kelompok 7 kami . Mulai pengertian apa itu fitrah seksualitas sampai teknik menumbuhkan fitrah tersebut sesuai usia anak ,kemudian sumber literasi yg sama dari Buku FBE UST.harry santoso . Bedanya kelompok 1 mengambil dari media sosial fb sedang saya dari buku fbe .
Satu hal yg membuat saya salut adalah presentasi visual nya yg dikerjakan melalui aplikasi stellar . menurut saya kemasan presentasi visual nya minimalis sehingga mudah dipahami ,tidak berbelit2 daripada harus membaca tulisan atau bc yg panjang . Dilengkapi dengan skema bergambar juga memudahkan memahami materi.
Terimakasih kelompok 1 yg sudah menginspirasi kami. Oh iya karena ada kesamaan konsep maka kelompok kami harus mengganti konsep presentasi nanti nya .
Hasil presentasi kelompok 1 yg dapat saya ambil ilmu nya adalah : tantangan menumbuhkan fitrah seksualitas ketika kondisi pernikahan orang tua mengalami apa yg disebut sebagai pernikahan jarak jauh atau long distance marriage ,single parent ,dan orang tua yg kedua nya sibuk bekerja .
Menurut kelompok 1 solusi yg bisa mereka lakukan terbagi dalam kelompok usia anak adalah sbb :
0 - 2 tahun
Dimana anak lelaki dan perempuan didekatkan pada ibunya karena ada menyusui.
Apabila ternyata dimasa ini sang ibu tidak bisa membersamai anak maka kisah perjalanan masa kecil Rasulullah bisa dijadikan solusinya. Dimana anak bayi dipilihkan ibu pengganti sebagaimana kakek Rasulullah memilihkan sosok ibu yang mempunyai akhlak yang baik, beserta lingkungan yang baik juga untuk beliau.

Untuk usia 3 tahun - baligh apabila ternyata ayah atau bunda tidak dapat menjalani peran masing2 sesuai tahapannya maka bisa dicarikan pengganti misalkan paman, bibi, kakek, nenek atau bisa juga di masukkan dalam komunitas yang baik sehingga mendapatkan sosok figur pengganti yang baik.

Link media edukasi yang saya temukan pd presentasi kelompok  1 adalah link presentasi berikut ini :

https://steller.co/s/7mEAy5GEbLj