"Iya... Kita istirahat dulu disini ya" kata nenek sambil menuju ke salah satu pohon dan segera duduk dibawah dedaunan nya yg rindang dan menyandarkan punggungnya pd barang pohon itu.
Aku pun menyusul langkah nenek dan segera membantunya duduk.
Kulihat raut wajahnya, tenang seperti biasanya.
Kemudian nenek pun tersenyum sambil memejamkan matanya.
Kuperhatikan saja dalam2. Wajah menua nya tetap saja tak mampu menutupi sisa2 kecantikan nya. "Pasti nenek Sarah sangat cantik ketika masih muda dulu ya nek " kataku pada nenek. Nenek pun tertawa kecil " Heheehee... Kamu kira cantikmu itu dari siapa kalau bukan dari nenek juga "
Kami pun tergelak bersama.
Ahhh nenek ku sayang .
Aku memang sangat dekat dengan nenek.
Sejak kecil aku selalu bersama nenek. Ibuku bekerja di ranah public di kota besar selama beberapa tahun. Karena tidak ada yg menjaga aku dan adikku, Rama, nenek pun menawarkan dirinya untuk menjagaku sedari kami berdua masih diusia balita.
Mengikuti kedua orang tua ku berpindah2 tempat domisili juga sudah biasa. Seperti saat ini. 2 bulan sudah kami pindah ke kota hujan yg selalu berhawa dingin ini. Rutinitas ku dan nenek jalan2 disore hari dan pagi di hari libur kami gunakan untuk eksplorasi tempat baru sambil ngobrol2 tentunya. Kamipun bertambah akrab seiring waktu berlalu.
14 tahun berpindah 4x ke 4 kota berbeda se pulau Jawa. Seringnya karena mengikuti mutasi pekerjaan papa. Nanti mama akan menyusul pindah kantor setelahnya supaya kami bisa tetap berkumpul di satu kota satu atap.
"Anjani sudah kelas berapa sekarang? " tanya nenek menghentikan lamunanku.
"Hmm... SMP nenek, Anjani sudah kelas 3 SMP. Bentar lagi lulus dan mau lanjut ke SMA"
"14 tahun..... " gumam nenek.
"Kenapa nek, kenapa dengan umur Anjani , 14 th? "
"Sudah punya pacar berarti ya? "
"Hahaha nenek bisa aja... Belum lah nek, mana bisa Anjani punya pacar, nanti ditinggal2 pindah " gurauku.
Tiba2 nenek membuka matanya. Menerawang.
"Nenek pertama kali jatuh cinta di usia sepertimu ini Anjani. Waktu itu nenek juga masih sekolah SMP "
Aku terdiam, menunggu nenek menlanjutkan cerita nya. Dan aku menahan diri untuk tidak bertnaya2. Karena nenek tidak suka pembicaraannya dipotong, nanti bisa lupa nenek.