Friday, 12 January 2018

Game materi 11 hari ke 6

Game materi 11 : Menumbuhkan Fitrah Seksualitas
#tantanagn10hari
#fitrahseksualitas
#bundasayangsesi11
#learningbyteaching

Presentasi kelompok 6 menjadi presentasi kesukaan saya ,judul yg diambil adalah Peran penting orangtua dalam menumbuhkan fitrah seksualitas.
Berikut review presentasi kelompok 6 :

:(Fitrah seksualitas: makna dan tantangannya

Fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai laki-laki sejati atau perempuan sejati. Jadi, fitrah seksualitas ini berbeda dengan pendidikan seks. Pendidikan fitrah seksualitas dimulai sejak bayi lahir. Dan kunci dalam menumbuhkan fitrah seksualitas adalah kehadiran dan kedekatan orang tua dengan anaknya dari lahir sampai masa aqilbaligh paripurna.
Menurut riset anak-anak yang tercerabut dari orang tuanya sejak dini baik karena perang, bencana alam, perceraian, long distance mariage berkepanjangan, dll akan banyak mengalami gangguan kejiwaan, mulai dari perasaan terasing, perasaan kehilangan kelekatan, sampai depresi. Kelak dewasa mengalami masalah sosial dan seksualitas seperti homoseksual, membenci perempuan, curiga pada hubungan, dsb. Ketika menjadi suami menjadi kasar, susah memahami perasaan istrinya, atau "ketergantung" dengam istri, tidak memiliki visi misi, dll. Ketika menjadi istri susah mengelola keluarga, kurang menghormati suami, dll.
Oleh karena itu, diperlukan kehadiran dan kedekatan orang tua pada tiap tahapan anak
Usia 0-2tahun anak didekatkan dengan ibunya karna dalam masa ini ada proses menyusui. Saat ini banyak ibu yang seakan kesulitan memenuhi ASI untuk anaknya dengan berbagai alasan. Namun, saat ini juga tersedia banyak bantuan yang bisa diperoleh dan beragam usaha yang bisa dilakukan supaya anaknya mendapatkan haknya berupa ASI sampai 2th. Dan yang penting, ASI bukan hanya untuk memenuhi rasa haus dan lapar bayi saja, tetapi selama proses menyusui ibu dapat mendidik anaknya, dan ini efektif karna anak sedang dalam kenyamannya. Dan karna itulah saat menyusui anaknya, ibu tidak sebaiknya tidak nyambi dengan pekerjaan lain.
Usia 3-6tahun anak didekatkan dengan ayah dan ibunya karna pada tahap ini harus ada keseimbangan emosional dan rasional, terlebih harus sudah tahu identitas seksual dirinya sendiri sejak 3 tahun. Pada tahap ini, anak akan mengamati cara berpakaian orang tuanya, cara berpikir orang tuanya, cara bicara orang tuanya, dan cara bertindak orang tuanya. Dan dari situlah, ia akan menentukan dirinya sebagai lelaki atau perempuan secara jelas.
Usia 7-10 tahun anak laki-laki di dekatkan dengan ayahnya, anak perempuan didekatkan oleh ibunya. Pada masa ini, penting untuk membangun kelakilakian pada jiwa anak laki-laki, dan keibuan pada jiwa anak perempuan. Ayah harus menjadi ayah hebat yang akan dikenang anak laki-laki sepanjang hayatnya sebagai pemimpin yang bijaksana, tanggung jawab, berkomunikasi dengan baik. Ibu harus menjadi ibu yang hebat yang akan dikenang anak perempuannya sepanjang hayat sebagai ibu yang hangat, penuh cinta, mampu mengelola rumah tangga yang baik. Pada tahap ini, anak sudah mulai mengalami masa pubertas, jadi ayah harus mampu menjelaskan apa itu mimpi basah, apa itu sperma, apa konsekuensi kalau ada sperma, dll; ibu harus mampu menjelaskan apa itu menstruasi, apa yang akan dialami anak saat menstruasi, dan konsekuensi karna sudah menstruasi; termasuk harus bisa menjelaskan mandi wajib dan kewajibannya sholat.
Usia selanjutnya anak didekatnya dengan lintas gender, anak laki-laki didekatkan dengan ibunya, dan anak perempuan didekatkan dengan ayahnya. Karna pada masa ini sudah akan muncul masa kedewasaan yang dalam arti mulai ada ketertarikan dengan lawan jenis. Dengan lintas gender maka akan timbul empati atas peran yang berbeda dengan dirinya. Pada tahap ini saat yang tepat untuk membangun laki-laki sejati atau perempuan sejati dalam diri anak.

Namun, saat ini setiap keluarga menghadapi banyak sekali tantangan yang menyebabkan tidak terpenuhinya peran ayah atau ibu atau bahkan keduanya untuk anak-anaknya. Padahal hal tersebut akan berakibay fatal pada perkembangan diri anak khususnya terkait fitrah seksualitasnya. Solusinya:
1. Jika orang tua sibuk bekerja dan anak harus disekolahkan maka pilih sekolah dengan visi-misi yang sejalan dengan visi-misi orang tua. Selain itu, pilih sekolah dengan rasio guru laki-laki dan perempuan yang seimbang terutama saat usia dini. Dengan adanya guru laki-laki dan perempuan yang bergantian mengajar maka anak akan seimbang perkembangan emosional dan rasionalnya.
2. Jika orang tua harus single fighter karna perceraian atau meninggal. Untuk yang mengalami perceraian maka orang tua tidak boleh mengambil hak anaknya untuk tetap bertemu dengan orang tuanya. Orang tua berusaha tetap kompak di depan anaknya. Seperti keluarga Dedy Corbusier misalnya. Untuk pasangannya yang meninggal, ustad Harry pernah berpesan untuk segera mencari pasangan penggantinya. Peran ayah atau ibu tidak bisa digantikan oleh peran nenek atau kakek meskipun berjenis kelamin sama. Ayah adalah ayah bagi sang anak.
3. Jika orang tua harus menjalani long distance relationship maka orang tua perlu merenungkan kembali akan dibawa kemana pendidikan fitrah seksualitas anak-anaknya. Bagaimanapun anak harus tetap memperoleh haknya untuk mendapatkan kehadiran dan kedekatan dari kedua orang tuanya. Bu Elly Risman pernah mengatakan tidak ada quality time tanpa quantity time. Jadi, orang tua memang perlu memberikan waktu khusus untuk bertemu, bercengkrama, berpelukan, dll pada anaknya. Banyak riset menunjukkan banyak sekali manfaat dari pelukan dan skin to skin antara orang tua dengan anak.
4. Jika anak harus didampingi oleh orang lain, baik itu baby sitter, asisten rumah tangga, kakek nenek, atau yang lain maka perlu adanya kesamaan visi-misi antara orang tua dengan pengasuh atau setidaknya tidak berbeda secara signifikan. Orang tua harus intens memantau perkembangan anaknya dengan cara menjalin komunikasi yang baik dengan pengasuh.
5. Mendampingi anak di era digital maka orang tua pun harus banyak belajar tentang hal update yang terjadi saat ini. Membekali anak dengan gagdet pun harus disertai dengan tanggung jawab akan batasan waktu dan konten. Orang tua tidak boleh memberikan gagdget sebagai pengganti kehadiran dan cintanya pada anak-anak.

Thursday, 11 January 2018

Game materi 11 hari ke 5

Game materi 11 : Menumbuhkan Fitrah Seksualitas
#tantangan10hari
#fitrahseksualitas
#bundasayangsesi11
#learningbyteaching

Presentasi kelompok 5 kali ini cukup menarik yg mengambil judul menumbuhkan fitrah seksualitas berdasakan norma agama.
Berikut hasil review saya thd presentasi kelompok 5.

Perbedaan antara pendidikan seks, pendidikan seksualitas dan fitrah seksualitas.

☑ Pendidikan Seks merupakan pendidikan mengenai aktivitas hubungan intim dan alat kelamin.

☑ Pendidikan Seksualitas merupakan pendidikan yang mencakup tentang bagaimana seorang anak diajarkan cara berfikir, cara bersikap, merasakan kasih sayang orang tua, merespon kasih sayang, mengekspresikan diri, yang akan membentuk harga dirinya kelak.

☑ Fitrah Seksualitas berarti menumbuhkan fitrah gender.
Fitrah Gender adalah cara seorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai dengan fitrah sebagai perempuan atau laki-laki sejati, sehingga dapat memenuhi peran, fungsi, dan karakteristik.
Misalnya:
*Anak perempuan memiliki fitrah keperempuanannya yakni sikap keibuan.
*Anak laki-laki dengan fitrah kelaki-lakiannya yakni sikap keyahan.

🌿 Tahapan Mendidik Fitrah Seksualitas.

📌 Usia 0-2 tahun.
Dekatkan anak dengan ibunya. Pada usia ini anak masih menyusu pada ibunya.
Menyusui adalah pondasi penguatan konsepsi semua fitrah.

📌 Usia 3-6 tahun.
Pada tahapan ini penguatan konsepsi gender dengan penggambaran positif gender masing-masing. Anak laki-laki dan perempuan harus didekatkan dengan kedua orangtuanya.
Indikator pada tahapan ini adalah anak dapat menyebutkan dengan jelas dan bangga dengan gendernya diusia 3th.
Dari usia 3th, anak sudah diajarkan bahwa tubuhnya amatlah berharga.
Caranya adalah senantiasa meminta ijin apabila ingin memegang daerah kemaluannya dengan menyebut nama medis bukan nama absurd.
Kemudian mengaitkannya dengan perintah Allah SWT tentang adab thaharah dalam Islam. Dalam tahap ini anak dilatih untuk bisa toilet training.

📌 Usia 7-10 tahun.
Sifat ego sentrisnya berubah menjadi sosio sentris, yakni sudah memiliki tanggungjawab moral dan Syariah.
Pada anak laki-laki diperbanyak kegiatan bersama ayah, seperti sholat berjamaah, melakukan aktivitas motorik bersama dan lebih menghayati peran seorang laki-laki atau keayahan.
Hal yang sama juga terjadi pada anak perempuan, lebih didekatkan pada ibu dan melakukan aktivitas keibuan seperti merawat, dsb.

📌 Usia 11-14 tahun (Pre Aqil baligh).
Diajarkan bagaimana berinteraksi sehat dengan lawan jenisnya.
Anak laki-laki didekatkan dengan ibunya sedangkan anak perempuan dengan ayahnya.
Dalam tahap ini :
* Puncak perubahan hormonal
* Melatih kepekaan anak dalam bergaul
* Mulai selektif dalamemilih teman
* Mulai dapat memahami tentang kelainan dan penyakit seksualitas.
* Dijelaskan tentang pernikahan dan bahaya pacaran.
* Perlunya adab menahan diri
* Adanya kesepakatan dan aturan mengenai penggunaan gadget, bijak bermain sosmed, batasan bermain game.
* Adanya pembahasan mengenai pornografi.

📌 Usia 15 tahun.
Penyempurnaan fitrah seksualitas.
Pada tahap ini anak sudah dibebankan Syariah dan berubah statusnya menjadi mitra orang tua.

🌿 Adapun Prinsip Fitrah Seksualitas.

📃 Prinsip 1
Fitrah Seksualitas memerlukan kehadiran, kedekatan, kelekatan anak sejak lahir sampai usia 15th dengan figur ayah dan ibu secara utuh dan seimbang.

📃 Prinsip 2
Ayah berperan memberikan suplai maskulinitas dan ibu memberikan suplai femininitas.
Anak laki-laki mendapatkan suplai 75% maskulinitas dan 25% femininitas, sedangkan anak perempuan 75% femininitas dan 25% maskulinitas.

📃 Prinsip 3
Penumbuhan fitrah seksualitas yang paripurna, melahirkan lelaki yang mempunyai peran keayahan sejati dan perempuan yang berperan kebundaan sejati. Mereka memiliki akhlak yang mulia terhadap pasangan dan keturunannya.

📃 Prinsip 4
Jika anak kehilangan sosok salah satu figur, maka harus dicarikan figur pengganti dari keluarga atau komunitas.

Tuesday, 9 January 2018

Game materi 11 hari ke 4

Game materi 11 : Menumbuhkan Fitrah Seksualitas
#tantangan10hari
#fitrahseksualitas
#bundasayangsesi11
#learningbyteaching

Hasil review terhadap presentasi kelompok 4 dengan judul pentingnya pendidikan seks sejak dini untuk mencegah pelecehan seksualitas ,sbb :

Apa saja yg termasuk pendidikan seksualitas ? Menurut kelompok 4 adalah :pendidikan seks meliputi proses terjadinya pembuahan, proses kehamilan sampai melahirkan, tingkah laku sosial, hubungan sosial, serta aspek-aspek kesehatan secara jelas dan benar. Pendidikan seks juga meliputi pemberian pemahaman tentang perkembangan fisik dan hormonal seorang anak. Pendidikan seks yang tepat akan membantu buah hati kita memahami alat reproduksi dan terkait dengan seksualitasnya.

🐣Secara umum, anak-anak akan mengalami fase-fase seksualitas berikut:
1. Fase oral 0-2 tahun, nikmat saat menghisap puting susu ibu.
2. Fase anal 2-4 tahun, merasa nikmat saat mengeluarkab feces dari anus.
3. Fase phallic 4-7 tahun, anak mulai memegang alat kelamin.
4. Fase genital 8-12 tahun, anak mulai tertarik lawan jenis.

🐥Berdasarkan fase tersebut, maka pendidikan seks dapat dilakukan secara bertahap sesuai usianya.
1. Usia 1-5 tahun : kenalkan anggota tubuh anak secara detail.
2. Usia 5-10 tahun : menjawab pertanyaan anak secara benar.
3. Usia 10-12 tahun : kenalkan tentang haid, mimpi basah, dan perubahan fisik.
Orang tua perlu memberikan pendidikan seks sesuai dengan jenjang usia anak.

Untuk anak usia TK sampai SD :
1. Jalin komunikasi shg muncul keterbukaan anak kepada orang tua.
2. Persepsi seks diarahkan pada jenis kelamin.
3. Penjelasan perbedaan laki-laki dan perempuan secara fisik.
4. Pengenalan organ tubuh.
5. Memakai bahasa yang baik dan ilmiah (penis, vagina, dll)
6. Menjelaskan cara merawat kesehatan dan kebersihan organ.
7. Mengajarkan anak untuk menghargai dan melindungi tubuhnya.
8. Menjelaskan secara ilmiah mengenai proses kehamilan dan persalinan sederhana.
9. Mempersiapkan masa pubertas.
10. Menjelaskan proses terjadinya mimpi basah dan menstruasi.

💟Anak usia SMP:
1. Menjelaskan sistem organ seks dengan cukup detail.
2. Menjelaskan proses kehamilan dan persalinan dengan detail.
3.Menjelaskan kondisi patologis tentang sistem organ seks.
4. Memberikan pemahaman tanggung jawab moral dalam pergaulan.
5. Memberikan penjelasan mengenai "safe sex" bukan hanya untuk menghindari kehamilan tapi juga penyakit seksual.

💟Untuk anak SMA:
1. Menjelaskan lebih detail materi sebelumnya ditambah bahaya PMS (penyakit menular seksual) terutama HIV/AIDS.
2. Menjelaskan hubungan pria dan wanita, tunangan/pacaran, pilihan hidup menikah/membujang.
3. Penguatan iman, akhlak, adab.

___________________________________________________________________________

📚📝Sumber:

Komunitas Institut Ibu Profesional. Bunda Sayang 12 Ilmu Dasar Mendidik Anak. 2013. Jakarta: Gazza Media.

https://www.bayiku.org/tumbuh-kembang-anak/mencegah-pelecehan-seksual-pada-anak/ . Diakses tanggal 7 Januari 2018.

https://kikibarkiah.wordpress.com/2015/05/23/say-no-get-away-yell-and-tell-someone/ . Diakses tanggal 7 Januari 2018.

Presentasi visual nya dengan aplikasi steller dlm bentuk slide yg bs diakses pd link berikut:

https://steller.co/s/7mwR2rZRVYN

Game materi 11 hari ke 3

Game materi 11 : Menumbuhkan Fitrah Seksualitas
#tantangan10hari
#fitrahseksualitas
#bundasayangsesi11
#learningbyteaching

Presentasi kelompok 3 menampilkan tantangan menumbuhkan fitrah seksualitas pada bagaimana mencegah kekerasan seksualitas pada anak2.
Berikut copy link presentasi visual yg digunakan kelompok 3 dengan aplikasi steller :

https://steller.co/s/7mhdZUhynd3

Dari presentasi visual dapat saya simpulkan salah satu cara terbaik untuk memutus rantai kekerasan seksualitas pd anak2 adalah peran orangtua dalam menciptakan lingkungan aman dan nyaman untuk anak2.

Selain presentasi visual presentasi tulisan juga dikerjakan kelompok 3 yg diwakili mbak mayang . Dapat saya simpulkan solusi yg mereka pilih untuk mencegah kekerasan seksualitas adalah sbb :
1. jangan berharap bahwa anak dapat melindungi dirinya sendiri atau mampu serta-merta menceritakan pelecehan seksual yang dialaminya. Anak perlu dibantu untuk dapat melakukannya.
2. Mengembangkan komunikasi terbuka, dan percaya pada anak. Sebenarnya, anak jarang berbohong dalam berbicara tentang pengalaman pelecehan seksual.
3. Berikan informasi pada anak mengenai mana bagian-bagian tubuhnya yang pribadi: jelaskan bagaimana dan siapa yang boleh menyentuh bagian tubuhnya.
4. Ajarkan anak cara membedakan sentuhan aman dan sentuhan tidak aman. Dan jika sentuhan tidak aman dialami anak, ajari mereka cara mencari pertolongan dan menghentikan pelaku
5. Kenali siapa saja teman anak serta awasi orang-orang yang bermain dengan anak kita.
6. Ajak anak berdiskusi tentang cara menjaga diri dan menjelaskan berbagai faktor resiko yang perlu dijauhi anak agar terhindar dari pelecehan seksual
7. Jaga koneksi internet anak bersih dari pornografi.

Mengajari anak untuk menjauhi pelecehan seksual, artinya secara operasional adalah memberikan anak kesempatan untuk berlatih
1. Mengingat nama-nama bagian tubuh. konsep bagian tubuh pribadi yang tidak boleh dipegang sembarang orang
2. perbedaan antara sentuhan aman dan sentuhan tidak aman
3. mengajarkan bahwa mungkin saja ada orang yang dekat dengan anak yang mencoba menyakiti
4. menjelaskan pada anak bahwa pelecehan seksual bukanlah tanggungjawab si anak melainkan adalah tanggungjawab pelaku yang telah melakukan kejahatan pada anak
5. mengembangkan kemampuannya dalam menghindari dan mencegah pelecehan seksual , misalkan: jika sentuhan dipaksakan dan membuat anak tidak nyaman, maka anak diajarkan berteriak minta tolong dan minta bantuan orang dewasa yang dapat dipercaya
6. mengajak anak yang mengalami pelecehan seksual untuk membuat laporan hukum.
7. Ajari anak bahwa jika anak mau terbuka mencari bantuan untuk mengatasi pelecehan seksual yang dialaminya, maka orangtua akan mendukung dan percaya pada anak.

https://www.google.co.id/amp/s/psikologiforensik.com/2014/12/17/menjaga-anak-anak-kita-dari-pelecehan-seksual/amp/

Sunday, 7 January 2018

Game materi 11 hari ke 2

Game 11 : Fitrah Seksualitas
#tantangan10hari
#bundasayangsesi11
#fitrahseksualitas
#learningbyteaching

Review presentasi kelompok 2 kali ini saya rasa terlalu padat dan panjang ,dikarenakan ada pembahasan yg sama dengan pembahasan kelompok 1 yakni tentang pengertian fitrah seksualitas dan teknisnya. Meskipun dikupas secara berbeda tetap saja hal itu membuat presentasi menjadi panjang. Saya justru khawatir bacaan yg sama hanya membuang waktu saja dan pembaca menjadi terganggu fokusnya pada tema utama. Apalagi tema kelompok 2 tentang peran orangtua mencegah penyimpangan perilaku fitrah seksualitas seperti LGBT harusnya lebih difokuskan . Ini menjadi salah satu kekurangan dlm presentasi kelompok 2.
Adapun kelebihan presentasi nya adalah kelengkapan presentasi mulai materi untuk dibaca berupa tulisan,kemudian berupa slide bergambar,kemudian kelengkapan Sumber literasinya juga lebih banyak dan beragam jika dibandingkan kelompok 1 yang lalu.
Hasil review presentasi dari kelompok 2 dapat saya ambil pelajaran tentang solusi yg kelompok 2 putuskan untuk menumbuhkan fitrah seksualitas dengan tantangan penyimpangan seksualitas adalah sbb :
Salah satu senjata penangkis yang bisa kita gunakan untuk menangkis serangan LGBT yang makin marak ini adalah dengan penguatan fitrah seksualitas didalam keluarga dan dengan melakukan pendidikan seks sejak dini yang dilakukan oleh keluarga.
Apa saja yg bisa dilakukan keluarga dikutip kelompok 2 dari tulisan ibu elly risman sbb :
1. Perkuat ketahanan ayah ibu
2. Menyicil "hutang jiwa" dan merumuskan ulang tujuan pengasuhan
3. Komunikasi yang benar,baik dan menyenangkan
4. Mengajarkan agama sendiri
5. Persiapkan anak menuju Baligh
6. Bijak berteknologi

Berikut beberapa link yg bisa saya temukan pd presentasi kelompok 2 sebagai bahan /sumber literasi media :
Risman, Elly. 2018. Resolusi Pengasuhan 2018. Diambil pada 5 Januari 2018 dari https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2006618796031962&id=221502844543575

Maryati, leni, Tri Susanti dan Uswatun Choiriya. 2012. Pendidikan Seks Dalam Keluarga dan Kegiatan Informal. Makalah magister promosi kesehatan kajian kesehatan reproduksi dan HIV/AIDS UNDIP Semarang

Santosa, Harry. 2017. Perangi LGBT dengan Pendidikan Fitrah. Diambil pada 5 Januari 2018 dari https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10214727792538562&id=1536815060

Santosa, Harry. 2017. Prinsip dan Tahapan Mendidik Fitrah Seksualitas. Diambil pada 5 Januari 2018 dari https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10214702516026665&id=15368150:

Saturday, 6 January 2018

Game 11 : Fitrah Seksualitas


Untuk teman2 yang visual, mungkin bisa lebih mudah memahami materi yang kami sampaikan melalui link presentasi berikut ini :

https://steller.co/s/7mEAy5GEbLj

Game materi 11 hari ke 1

Game 11 : Menumbuhkan fitrah seksualitas

#tantangan10hari
#bundasayangsesi11
#fitrahseksualitas
#learningbyteaching

Setelah mengikuti presentasi kelompok 1 kmarin saya menemukan ada kesamaan ide dari hasil belajar kelompok bersama mbak Nurul F digrup kecil kelompok 7 kami . Mulai pengertian apa itu fitrah seksualitas sampai teknik menumbuhkan fitrah tersebut sesuai usia anak ,kemudian sumber literasi yg sama dari Buku FBE UST.harry santoso . Bedanya kelompok 1 mengambil dari media sosial fb sedang saya dari buku fbe .
Satu hal yg membuat saya salut adalah presentasi visual nya yg dikerjakan melalui aplikasi stellar . menurut saya kemasan presentasi visual nya minimalis sehingga mudah dipahami ,tidak berbelit2 daripada harus membaca tulisan atau bc yg panjang . Dilengkapi dengan skema bergambar juga memudahkan memahami materi.
Terimakasih kelompok 1 yg sudah menginspirasi kami. Oh iya karena ada kesamaan konsep maka kelompok kami harus mengganti konsep presentasi nanti nya .
Hasil presentasi kelompok 1 yg dapat saya ambil ilmu nya adalah : tantangan menumbuhkan fitrah seksualitas ketika kondisi pernikahan orang tua mengalami apa yg disebut sebagai pernikahan jarak jauh atau long distance marriage ,single parent ,dan orang tua yg kedua nya sibuk bekerja .
Menurut kelompok 1 solusi yg bisa mereka lakukan terbagi dalam kelompok usia anak adalah sbb :
0 - 2 tahun
Dimana anak lelaki dan perempuan didekatkan pada ibunya karena ada menyusui.
Apabila ternyata dimasa ini sang ibu tidak bisa membersamai anak maka kisah perjalanan masa kecil Rasulullah bisa dijadikan solusinya. Dimana anak bayi dipilihkan ibu pengganti sebagaimana kakek Rasulullah memilihkan sosok ibu yang mempunyai akhlak yang baik, beserta lingkungan yang baik juga untuk beliau.

Untuk usia 3 tahun - baligh apabila ternyata ayah atau bunda tidak dapat menjalani peran masing2 sesuai tahapannya maka bisa dicarikan pengganti misalkan paman, bibi, kakek, nenek atau bisa juga di masukkan dalam komunitas yang baik sehingga mendapatkan sosok figur pengganti yang baik.

Link media edukasi yang saya temukan pd presentasi kelompok  1 adalah link presentasi berikut ini :

https://steller.co/s/7mEAy5GEbLj