Friday, 16 March 2018

My Jurnal Ibu Pembelajar #1

Jurnal #1 My Jurnal Ibu Pembelajar

Lesson 1: Kenali siapa orang tuamu

Bagaimana mereka dibesarkan dan dididik akan mempengaruhi cara mereka membesarkan dan mendidik kita .
Dan ternyata hal tersebut juga mempengaruhi cara kita membesarkan dan mendidik anak2 kita.
Mengenali siapa ibu dan ayah kita dengan mecari informasi tentang pengasuhan mereka akan memberikan landasan tentang siapa orang tua kita . Dan siapa mereka adalah akar dari siapa kita . Informasi yang kita dapat tentunya tidak hanya informasi positif ttg orang tua kita tapi juga informasi negatifnya . Karena pastilah kita sendiri sudah mengalami susah senang dan pahit getir pengasuhan mereka . Semoga dengan mengetahui latar belakang pengasuhan mereka diwaktu kecil kita bisa memahami cara pengasuhan mereka terhadap kita dimasa kanak2. Apapun kekurangan dan kesalahan pengasuhan mereka semoga kita dapat belajar ikhlas memaafkan mereka sama seperti kita ikhlas dan ridho telah mengambil semua kebaikan yg kita temukan . Pada akhirnya kita kembali pada ayat Allah " Ridholloh bi ridho walidain "

Lesson 2 : Kenali diri sendiri

Saat kita sudah ikhlas dengan pengasuhan kedua orangtua kita makam kita akan sampai pada mulai memahami diri kita sendiri. Apa sebenarnya maksut Allah menciptakan kita .
Mengapa kita dilahirkan oleh kedua orangtua tersebut
Mengapa kita harus mengalami masa kanak2 hingga masak dewasa sekqrang
Mengapa kita memiliki pasangan yg saat ini mendampingi kita
Mengapa kita memiliki anak2 sedemikian
Sudah seberapa bermanfaat nya kah kita selama ini
Kenapa saat ini kita berdomisili disini
Semoga jawaban dari semua pertanyaan tersebut dapat menuntun kita pada apa tujuan hidup kita ,apa misi hidup kita dan apa peran kita di muka bumi ini,karena Allah tidak menciptakan manusia dan jin selain hanya untuk beribadah . Dan sebaik2 manusia adalah yang paling bermanfaat.
Sesungguhnya manusia adalah pemimpin dimuka bumi.

Lesson 3 : Kenali anak2 kita

Anak sebagai generasi selanjutnya yg mewarisi pengasuhan kita.
Salah dan benarnya pengasuhan kita adalah tanggungjawab kita (ibu dan ayah) sebagai orangtua dihadapan Allah.
Sudahkah kita menjalankan kewajiban sebagai orangtua?
Bagaimana sebaiknya mengasuh anak2 kita yg berbeda2 sesuai dengan kehendak Allah
Karena Anak adalah titipan Allah
Setiap Anak diciptakan hanya satu2nya  ,memiliki bakat istimewa yg harus kita kenali ,kita tumbuhkan dan kita lejitkan supaya di masa depan mereka mampu menjadi khalifah2 utama
Mampu menunaikan tugas mereka sesuai kehendak Allah ,yakni sesuai bakat alami atau fitrah mereka sendiri

Thursday, 1 February 2018

Materi#12 hari 1

Game Level 12 : Keluarga Multimedia
#tantangan10hari
#kuliahbunsayiip
#multimedia

Hari ini kami sekeluarga pergi ke cirebon dengan agenda ziarah ke makam sunan gunung jati . Alhamdulillah kami memakai aplikasi dan teknologi untuk membantu menemukan jalan ke cirebon dari semarang dan mencari hotel untuk bermalam .
Berikut link google maps dan link traveloka yg kami gunakan.

https://www.traveloka.com/en/hotel/partner/trinusa/verified

Friday, 26 January 2018

Aliran rasa materi 11

Aliran Rasa Materi 11 : Menumbuhkan Fitrah Seksualitas

Saya sudah merasakan 'beda' sejak materi 9 tentang kreatifitas sampai materi 11 Kali ini tentang menumbuhkan fitrah seksualitas ,disampaikan oleh fasilitator kami. Salut banget sama mereka semua . Kreatif .
Terimakasih tak terhingga ya mbak2 fasilitator semua di kelas Bunsay ini.
Materi 11 yg dikerjakan secara berkelompok memberikan warna lain dan menambah semangat belajar kami ,ya saya juga merasakan semangat belajar teman2 kelas Bunsay di materi menjelang kelulusan ini . 10 kelompok dalam 10 hari tantangan harus presentasi materi yg sama. Kami semua berhasil membuat presentasi yg bagus dan menarik juga sarat ilmu . Saya menemukan ilmu baru di setiap presentasi kelompok . Setiap hari bertambah ilmu jadi tidak membosankan walaupun membahas topik yg sama ttg fitrah seksualitas.
Dan adanya diskusi2 seputar kehidupan sehari2 berkenaan dg materi juga sangat mengena. Semakin menambah kefahaman. Semenjak selesai presentasi 10 hari saya menengok kehidupan keluarga Saya sendiri apakah sudah sesuai saya menumbuhkan fitrahseksualitas pada kehidupan anak2 saya atau belum . Saya melakukan koreksi dan memperbaiki bbrp list. Terlebih saya memiliki anak laki2 yg bersiap menghadapi masa aqil baligh nya .
Satu anak laki2 lagi mendapat pengalaman tidak menyenangkan di sekolah dan sangat terkait dg materi 11. Alhamdulillah dapat materi dapat kejadian juga ,saya ambil hikmahnya sebagai saatnya beraksi dan langsung mempraktekkan ilmu.
Sementara satu anak balita perempuan sedang memahami gender nya saat ini sedang melatih kemandirian life skill nya di ranah toilet training yg baik dan benar .

Wednesday, 17 January 2018

Game materi 11 hari ke 10

Game materi 11 : Menumbuhkan Fitrah Seksualitas
#tantangan10hari
#fitrahseksualitas
#bundasayangsesi11
#learningbyteaching

Hari terakhir presentasi materi 11 kali ini adalah presentasi nya kelompok 10 ,yg saya suka dari presentasi Kali ini adalah berbeda cara presentasi nya dengan presentasi 9 kelompok sebelum nya. Memakai cara dongeng dari kejadian nyata tentang pelecehan seksualitas yg menimpa anak2. Baik korban maupun pelaku pelecehan Masih anak2 dibawah usia baligh.
Sungguh miris dan memprihatinkan.
Dari dongeng presentasi tersebut dapat saya review kan bahwa pendidikan seksualitas sejak dini sangat penting . Kita sebagai orangtua tidak mungkin selamamya ada disisi anak 24jam ,jadi anak2 pun perlu Di ajarkan mengenali bahaya dan melindungi dirinya sendiri dari berbagai kemungkinan bahaya diluar sana.
Memperhatikan perubahan perilaku anak2 juga bisa menjadi langkah awal bagi orangtua untuk mengetahui kondisi anak2 nya. Karena korban pelecehan seksualitas sangat mengalami kemunduran sikap yg mencolok.
Seperti yang dijelaskan oleh parentsprotect.co.uk, anak-anak yang menjadi korban pelecehan seksual  biasanya menunjukkan beberapa perubahan. Sikap mereka berubah dari biasanya. Kita harus makin peka dengan perubahan ini.

Berikut ciri-ciri anak yang menjadi korban pelecehan seksual :
• Menirukan tindakan seksual yang tidak pantas dengan mainan atau benda lainnya.
• Mimpi buruk, sulit tidur dan mengigau saat tidur.
• Sering mengasingkan diri dan tampak lebih murung.
• Tidak lagi menceritakan kegiatannya pada orang tua dan jadi pendiam.
• Sering merasa tidak aman.
• Tiba-tiba menjadi pemberontak atau justru penuh rahasia/
• Kemunduran perilaku di usianya, misalnya mengompol.
• Takut dengan orang yang memiliki ciri tertentu (biasanya yang mirip pelaku).
• Takut dan trauma dengan barang tertentu (biasanya berhubungan dengan proses pelecehan yang dialami).
• Perubahan selera makan.
• Memiliki kosakata seksual yang vulgar.
• Sengaja membahayakan diri (melukai diri sendiri, membakar atau kegiatan yang membahayakan nyawanya).

Siapa saja yang bisa menjadi pelaku pelecehan seksual. Sebagian besar pelaku pelecehan seksual bebas dan dapat mencari korban anak baru di antara masyarakat.

Berikut adalah beberapa ciri-ciri pelaku pelecehan seksual (CWIG, 2010):
• kemungkinan adalah orang yang dikenal dan disukai oleh anak
• bisa perempuan maupun laki-laki; menikah maupun single
• bisa anak, remaja atau dewasa
• bisa berasal dari berbagai latar belakang budaya dan ras
• bisa jadi anggota keluarga, rekan, guru, rohaniwan, pengasuh, atau siapapun yang melakukan kontak dengan anak
• tingkat intelektual dan latar pendidikan tidak berpengaruh pada perilaku pelecehan seksual

Berikut ini trik pelaku untuk memanipulasi korban :
1. menjebak
2. meyakinkan korban kalau tindakan itu wajar
3. membuat korban merasa bersalah
4. menolak jawaban “tidak”
5. ancaman atau godaan terselubung
6. meminta korban untuk melakukan hal yang sepele

Oleh karena itu perlu adanya suatu program pencegahan pelecehan seksual yang harus melibatkan orang dewasa di sekitar anak.

Untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual, maka orang tua, guru dan orang dewasa di sekitar anak perlu belajar untuk:
1) bagaimana cara-cara melindungi anak dari pelecehan seksual,
2) mengetahui apa yang perlu dilakukan jika anak mengalami pelecehan seksual, serta
3) tahu kemana mencari bantuan baik advokasi hukum dan layanan psikologis.

Tuesday, 16 January 2018

Game materi 11 hari ke 9

Game materi 11 : Menumbuhkan fitrah Seksualitas
#tantangan10hari
#fitrahseksualitas
#bundasayangsesi11
#learningbyteaching

Pada presentasi kelompok 9 kali ini saya menemukan presentasi yang mencakup semua materi presentasi dari kelompok 1 sampai kelompok 8 .
Judul presentasi kelompok 9 ini adalah : Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak melalui Pengenalan Aurat Sejak Dini

Saat ini kembali marak berita mengenai kasus pelecehan seksual pada anak. Pelakunya pun orang terdekat dari para korban. Miris sekali, seharusnya sosok terdekat bisa menjadi pelindung & panutan bagi anak-anak namun yang terjadi justru sebaliknya. Belum lagi kasus penyimpangan seksual lainnya yang semakin menghantui para orang tua. Lalu apa yang harus dilakukan para orang tua untuk dapat membentengi anak-anak dari penyimpangan perilaku & kekerasan seksual?
Sebelum masuk pada pembahasan lebih dalam, kita pahami dulu pengertian mengenai fitrah seksualitas dan aurat.

☘Pengertian Fitrah Seksualitas
Fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.

☘Ada tiga tujuan utama yang ingin dicapai saat
      membangkitkan fitrah seksualitas, yaitu:
1. Membuat anak mengerti tentang identitas
    seksualnya. Anak bisa memahami bahwa dia itu
    laki-laki ataupun perempuan.
2. Mengenali peran seksualitas yang ada pada dirinya.
    Anak mampu menempatkan dirinya sesuai peran
    seksualitasnya. Seperti cara berbicara, cara
    berpakaian, berpikir dan bertindak.
3. Mengajarkan anak untuk melindungi dirinya dari
    kejahatan seksual.

☘Tahapan dalam membangkitkan fitrah seksualitas:
1. Usia 0-2 tahun
    Anak lelaki dan perempuan didekatkan pada ibunya
    karena ada proses menyusui.
2. Usia 3 - 6 tahun anak lelaki dan anak perempuan
    harus dekat dengan ayah ibunya agar memiliki
    keseimbangan emosional dan rasional apalagi anak
    sudah harus memastikan identitas seksualitasnya
    sejak usia 3 tahun. Kedekatan paralel ini membuat
    anak mampu membedakan sosok lelaki dan
    perempuan, sehingga anak di usia 3 tahun dengan
    jelas mampu mengatakan "saya perempuan" atau
    "saya lelaki".
3. Usia 7 - 10 tahun, anak lelaki lebih didekatkan
    kepada ayah karena di usia ini ego sentrisnya
    mereda bergeser ke sosio sentris, mereka sudah
    punya tanggungjawab moral. Begitupula anak
    perempuan didekatkan ke ibunya agar peran
    keperempuanan dan peran keibuannya bangkit. Ibu
    harus jadi wanita pertama hebat yang dikenang
    anak-anak perempuannya dalam peran seksualitas
    keperempuanannya.
4. Usia 10 - 14 tahun adalah tahap kritikal, usia
    dimana puncak fitrah seksualitas dimulai serius
    menuju peran untuk kedewasaan dan pernikahan. Di
    tahap ini secara biologis, peran reproduksi
    dimunculkan oleh Allah SWT secara
    alamiah, anak lelaki mengalami mimpi basah dan
    anak perempuan mengalami menstruasi pada tahap
    ini. Secara syahwati, mereka sudah tertarik dengan
    lawan jenis, di tahap usia 10-14 tahun, anak lelaki
    didekatkan ke ibu, dan anak perempuan didekatkan
    ke ayah. Anak lelaki didekatkan ke ibu agar seorang
    lelaki yang di masa balighnya, mampu memahami  
    secara empati bagaimana lawan jenisnya harus
    diperhatikan, dipahami dan diperlakukan dari
    kacamata perempuan bukan kacamata lelaki.
    Sedangkan anak perempuan didekatkan ke ayah.
5. Usia >15 tahun merupakan usia aqil baligh, ini
    adalah tahap penyempurnaan fitrah seksualitas
    sehingga menjadi peran keayah bundaan. Ini adalah
    masa aqil baligh dimana anak bukan lagi anak2 tapi
    mitra bagi kedua orang tuanya.

☘Tantangan
1. Banyaknya tayangan televisi, iklan, media sosial
     yang mempertontonkan aurat.
2. Lingkungan pergaulan anak-anak yang beragam.

☘Solusi
Mengenalkan aurat sejak dini

☘Pengertian Aurat
Aurat adalah anggota atau bagian dari tubuh yang apabila terbuka atau tampak akan menimbulkan rasa malu, aib, dan keburukan-keburukan lainnya. Oleh sebab itu, hendaknya menutup bagian tersebut sehingga tidak dapat dilihat oleh orang lain.

Bagi anak-anak terutama balita, tentunya memperkenalkan tentang aurat, tak segampang menjelaskan kepada orang dewasa. Disinilah orangtua harus pintar dalam menterjemahkan ke dalam bahasa anak. Bisa menggunakan metode menyanyi, metode visual agar tertangkap dengan otak kanan, atau menggunakan teknik bercerita. Katakan kepada mereka, kalau aurat perempuan dan laki-laki itu berbeda.

☘Batasan Aurat
  👦🏻Laki-laki
  Batasan aurat laki-laki dari pusar sampai lutut.
  👧🏻Perempuan
  Batasan aurat perempuan, seluruh tubuh kecuali
  muka dan telapak tangan.

Dalam menjelaskan anggota tubuh mana saja yang termasuk aurat, senantiasa orangtua membarenginya dengan gerakan. Misalnya, ketika menunjukkan pusar sampai lutut untuk aurat laki-laki, usahakan telapak tangan diusapkan ke bagian tubuh yang dimaksud. Hal ini sangat membantu si anak agar lebih memahaminya.

Memperkenalkan aurat yang merupakan tarbiyah jinsiyah (sex education), sangat dirasa wajib terutama bagi mereka yang sudah mendekati usia akil baligh. Akan tetapi untuk zaman sekarang, dimana banyak sekali kasus yang bikin merinding bulu roma, yakni pelecehan seksual, sodomi dan pemerkosaan terhadap anak-anak,  maka memperkenalkan tentang aurat dan bahaya mempertontonkannya,  sebisa mungkin harus sudah mulai dari sekarang.  Informasikan pada anak-anak, bahwa ada bagian tubuh yang tak boleh dilihat apalagi disentuh kecuali oleh ayah dan ibunya. Penyampaian kepada mereka tentunya harus dibarengi kesabaran, karena biasanya tak cukup sekali. Sampaikan dengan melihat aspek umur mereka, karena tiap tigkatan umur memiliki tingkat pemahaman yang berbeda.

Selain larangan memperlihatkan anggota tubuh yang termasuk aurat, anak-anak juga harus diberitahu, kalau melihat aurat orang lain, sama saja dilarang dan dianggap berdosa. Sehingga diharapkan matanya lebih terjaga, hatinya lebih tertata,

☘Cara mengenalkan aurat
1. Pengenalan batasan aurat laki-laki dan perempuan
     menurut padangan Islam, mana yang boleh dan
     tidak boleh terlihat, siapa saja yang boleh melihat
     aurat.
2. Pisahkan tempat tidur anak dengan orangtua dan
    saudara yang berlainan jenis kelamin.
3. Ajak bermain sambil belajar dalam mengenal aurat
    baik dari buku cerita , nyanyian maupun film animasi

☘Sumber Pustaka :
Santoso,Hari. 2015. Fitrah Based Education.

http://www.ummi-online.com/membangkitkan-fitrah-seksualitas-pada-anak-bagian-1.html

Alfadl Habibie.2017. Jurnal Pendidikan Early Childhood: Pengenalan Aurat bagi Anak Usia Dini dalam Pandangan Islam

http://cemerlangmart.blogspot.co.id/2017/04/kenali-auratmu-nak.html

http://m.hidayatullah.com/kajian/jendela-keluarga/read/2017/12/05/129681/pembiasaan-bagian-penting-pendidikan-anak.html

Saturday, 13 January 2018

Game materi 11 hari ke 8

Game materi 11: Menumbuhkan Fitrah Seksualitas
#tantanagn10hari
#fitrahseksual
#bundasayangsesi11
#learningbyteaching

Review untuk presentasi kelompok 8 dengan judul :
Konsep Gender dan
Budaya Malu pada Anak
Usia Dini

📚 Definisi
📑Konsep Gender
Konsep Gender menggambarkan peran,
fungsi dan tanggung jawab antara laki-laki dan perempuan sebagai hasil konstruksi sosial. Misalnya laki-laki itu kuat,rasional, perkasa, dll. Sedangkan perempuan itu lembut, lebih berperasaan,keibuan, dll.

📑Budaya Malu
🔹Malu yaitu merasa sangat tidak enak hati (hina,rendah, dsb) karena berbuat sesuatu yang kurang baik (kurang benar, berbeda dengan kebiasaan, mempunyai kekurangan, dsb).
🔹Budaya yaitu pikiran, akal budi, sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang sukar diubah.
🔹Budaya malu berarti sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang timbul dari pikiran dan akal budi yang merasa tidak enak hati karena berbuat sesuatu yang kurang baik.

📚Latar Belakang
📌Ada banyak aktivitas keseharian yang kita temui, terkesan biasa, lumrah, wajar, tapi bisa mempengaruhi perkembangan seksualitas anak, terutama tentang konsep diri akan gender (laki-laki dan perempuan).
📌Makin maraknya kekerasan seksual terhadap anak.

📚Fenomena Sekarang
📌Kebiasaan mendandani anak kecil laki-laki ala perempuan.
📌Maraknya penampilan ala banci.
📌Makin tidak jelasnya gaya busana jaman now antara laki-laki dan perempuan.
📌Anak kecil perempuan terbiasa didandani dengan pakaian minim dengan alasan lucu,trend saat ini.

📚Tujuan :
📌Agar anak memahami akan kondisi tubuhnya,kondisi tubuh lawan jenisnya, serta mampu menjaga & menghindarkan anak dari kekerasan seksual.
📌Tidak ada cara instan untuk mengajarkan seks pada anak, kecuali melakukannya setahap demi setahap sejak dini sesuai umur dan gendernya.
📌Pembelajaran sejak dini dapat mengajarkan anak mulai dari hal yang sederhana & menjadikannya sebagai satu kebiasaan sehari-hari.

📚Pokok-pokok Pendidikan Seks yang Bersifat Praktis, yang Bisa Diterapkan & Diajarkan pada Anak
📌Menanamkan rasa malu pada anak.
▪Memandikan serta memakaikan baju anak ditempat tertutup.
▪Tidak memajang foto anak tanpa pakaian.
📌Menanamkan jiwa maskulinitas pada anak laki-laki & jiwa feminitas pada anak perempuan.
▪Untuk itu harus dibiasakan dari kecil anak-anak berpakaian sesuai dengan jenis kelaminnya.
📌Memisahkan tempat tidur anak-anak.
▪Pemisahan tempat tidur dengan orang tua anak terlatih untuk mandiri, anak terlatih melepaskan perilaku lekatnya (attachment behavior) dengan orangtuanya
▪Pemisahan tempat tidur anak dengan saudaranya yang berbeda jenis kelamin
ditumbuhkan kesadaran tentang eksistensi perbedaan jenis kelamin.
📌Mengenalkan waktu berkunjung (mengajarkan etika privasi)  memberikan pemahaman pada anak untuk mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk ke kamar orang tua/saudaranya.
Utamanya meminta ijin dalam 3 waktu.
- sebelum sholat shubuh
- tengah hari
- setelah sholat isya
📌Mendidik Menjaga kebersihan alat kelamin.
▪Anak harus dibiasakan untuk buang air pada tempatnya
▪Mengajari anak untuk menjaga kebersihan alat kelamin agar bersih dan sehat, sekaligus mengajari anak tentang najis.

📚Tema Pembelajaran
📌Aku dan Tubuhku.
📌Aku dan Pakaianku.
📌Keluarga & Orang di sekitarku.
📌Cara Merawat & Menjaga Tubuhku.

📌Aku dan Tubuhku
🔹Anak diperkenalkan nama-nama dan fungsi masing-masing anggota tubuh.
🔹Anak mengetahui perbedaan anggota tubuh laki-laki dan perempuan.
🔹Mengenalkan ‘area pribadi’ yang hanya boleh dipegang oleh dirinya
sendiri/orang-orang terpercaya dengan tujuan yang baik. seperti untuk dibersihkan oleh orang tua/kakek-nenek. untuk tujuan penting seperti kesehatan, misal oleh dokter,tentu
dengan pengawasan orang tua.

📌Aku dan Pakaianku
🔹Anak mengetahui bahwa pakaian laki-laki dan perempuan berbeda.
🔹Anak memahami fungsi pakaian.
🔹Anak mampu memakai pakaian sendiri sesuai dengan jenis kelaminnya.
🔹Anak memakai pakaian yang bersih dan rapi serta sopan.
‘area pribadi’ adalah aurat  edukasi anak kita untuk terbiasa malu bermain hanya
mengenakan pakaian dalam.

📌Aku, Keluarga dan Orang di Sekitarku
🔹Anak mengetahui anggota keluarga (ayah, ibu, adik, kakak, kakek, nenek, dll).
🔹Anak mengetahui orang di sekitarnya (teman sebaya, tetangga, tamu, dll).
🔹Anak laki-laki dan perempuan tidak tidur dalam 1 kamar.
🔹Anak tidur terpisah dari ayah & ibu, paman/bibi.
🔹Menolak saat tetangga laki-laki mengajak anak perempuan ke tempat yang sepi hanya berdua.
🔹Menolak saat tetangga memberi uang/makanan pada saat tidak ada orang tua.

📌Cara Merawat & Menjaga Tubuhku
🔹Anak mengetahui cara merawat anggota
tubuhnya serta menjaga dengan baik dan
benar --> toilet training, bisa membersihkan diri sendiri setelah BAK dan BAB.
🔹Anak mampu menjaga, merawat dan mempertahankan anggota tubuhnya dari bahaya --> berteriak saat ada orang memegang area pribadinya yaitu : mulut,dada, bagian antara pusar dan lutut (kemaluan) dan bagian belakang (anus).

📖Referensi
1. Balqis, Ummu. 2015. Bukan Ibu Biasa. Jakarta : Qultum Media.
2. Buletin Anak Ceria, 2017. diambil dari www.paudanakceria.psikologi.unair.ac.id/85-2/
3. Jatmikowati, Tri Endang, dkk. 2015. Model dan Materi Pendidikan Seks Anak Usia Dini Perspektif Gender Untuk Menghindari Sexual Abuse. Cakrawala Pendidikan. Vol.34, No. 3:434-448;

Friday, 12 January 2018

Game materi 11 hari ke 7

Game materi 11:Menumbuhkan Fitrah Seksualitas
#tantanagn10hari
#fitrahseksualitas
#bundasayangsesi11
#learningbyteaching
Review kali ini adalah hasil presentasi kelompok 7,kelompok saya sendiri bersama mbak Nurul FE.
Kami mengkhususkan membahas materi dengan tantangan mengenalkan fitrah seksualitas sejak dini ,untuk kelompok usia 0-7th.
Kenapa kami fokus mengambil kelompok usia 0-7th ? Karena kami yakin diusia inilah adalah saat yg sangat penting sebagai langkah awal dalam menanamkan pondasi kehidupan yg kuat termasuk pendidikan seksualitas sebagai salah satu fitrah nya.
Langkah awal bagi orang tua untuk menanamkan hal2 baik ,mengenalkan kebaikan dan mengajarkan pembiasan2 yg baik dalam kehidupan seorang Anak.
Berikut presentasi lengkap kami :

Mengenalkan Fitrah Seksualitas Sejak Dini (usia 0-7th)

Maraknya pelecehan seksual tak urung membuat kita semua khawatir. Mulai dari pelecehan seksual pada anak, penyimpangan seksual seperti LBGT menghiasai pemberitaan di media kita setiap hari. Hal tersebut membuat kita sebagai orangtua menjadi semakin mawas diri dan terus menerus bertanya
"Apa yang sebaiknya kita lakukan?"

Sebagai orangtua, solusi untuk menangkal pelecehan dan penyimpangan seksual adalah dengan menumbuhkan fitrah seksualitas dengan mengenalkan fitrah seksualitas sejak dini secara bertahap sesuai usia anak. Sebelumnya kita pahami dulu tentang fitrah seksualitas. Fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berpikir, merasa, dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai laki-laki sejati atau perempuan sejati. Di dalamnya terdapat pengertian seks dan seksualitas.

Seks adalah perbedaan badani atau biologis perempuan dan laki-laki yang sering disebut jenis kelamin yaitu penis untuk laki-laki dan vagina untuk perempuan.
Seksualitas menyangkut berbagai dimensi yang sangat luas, yaitu dimensi biologis, psikologis, sosial, perilaku dan kultural.

Seksualitas dari dimensi biologis berkaitan dengan organ reproduksi dan alat kelamin, termasuk bagaimana menjaga kesehatan dan memfungsikan secara optimal organ reproduksi dan dorongan seksual (BKKBN, 2006).

Seksualitas dari dimensi psikologis berkaitan dengan bagaimana menjalankan fungsi sebagai makhluk seksual, identitas peran dan jenis kelamin.

Seksualitas dari dimensi sosial berkaitan dengan bagaimana seksualitas dalam hubungan antar manusia, membentuk pandangan tentang seksualitas yang pada akhirnya membentuk perilaku seks.

Seksulaitas dari dimensi perilaku berkaitan dengan dorongan atau hasrat seksual.

Seksualitas dari dimensi kultural berkaitan dengan perilaku seks menjadi bagian dari budaya masyarakat.

Sebelumnya perlu kita ketahui bahwa urgensi dari pendidikan seksualitas kepada anak adalah dengan menanamkan nilai-nilai agama yang kuat. Nilai agama sangat berperan penting sebagai dasar pemahaman anak untuk menjaga dirinya dengan baik. Pemahaman nilai agama pada anak dapat kita mulai dengan mengenalkan kasih sayang Tuhan kepada makhluknya. Bahwa Allah itu Maha Pengasih dan Penyayang, oleh karena itu Allah membuat petunjuk dan aturan agar manusia dapat hidup dengan baik di dunia. Perkenalkan secara bertahap kepada anak petunjuk dan aturan agama kepada anak sehingga anak menyadari bahwa tingkah lakunya didunia ini harus dia pertanggungjawabkan kepada Allah.

Sembari terus mengenalkan nilai-nilai agama pada anak, hal yang tak kalah penting adalah pendidikan seksualitas yang meliputi perkembangan alat kelamin, perubahan hormon dan kesehatan reproduksi. Pada materi kali ini, kami hanya akan membahas pengenalan fitrah seksualitas pada usia 0-7 tahun.

Berikut ini beberapa tips mengenalkan pendidikan seksualitas pada anak usia 0-7 tahun:
1. Pada usia 0-2 tahun, bangun kelekatan antara ibu dan anak.
Ketika kelekatan sudah terbentuk secara aman pada tahun pertama usia bayi, rasa percaya sudah tumbuh, yaitu perasaan diterima, dicintai dan dilindungi. Perasaan ini penting dimiliki oleh anak-anak agar dia mampu mencintai dan menghargai dirinya sendiri. Saat anak merasa dicintai dan diterima maka akan tumbuh rasa menghargai diri sendiri, sehingga anak mampu dengan baik menjaga dirinya dan tubuhnya dengan baik.

Selain itu, sejak bayi ibu juga harus membiasakan membersihkan organ vital anak setelah BAK/BAB agar anak terbiasa dengan standar kebersihan yang baik. Setelah anak siap toilet training, ajarkan toilet training dengan cara yang baik. Misalnya, kalau BAK/ BAB harus di kamar mandi dengan posisi jongkok, tidak boleh berdiri baik laki-laki maupun perempuan, membiasakan diri berdoa sebelum dan sesudab masuk kamar mandi.

2. Pada usia 2-7 tahun,

A. Bangun kedekatan antara orangtua dan anak.
Pentingnya membangun keintiman antara orangtua dan anak agar muncul rasa percaya anak kepada orangtua.  Hal ini dapat dilakukan dengan membiasakan komunikasi positif dengan anak sehingga akan muncul keterbukaan anak kepada orangtua.

B. Kenalkan anak dengan bagian-bagian tubuhnya.
Dimulai dari anggota tubuh yang terlihat seperti mata, hidung, telinga, tangan, kaki, kepala, dsb. Lalu, ajarkan anak tentang nama-nama alat reproduksi dengan jelas, misalnya vagina, penis, payudara, pantat. Sehingga saat dikemudian hari anak mengalami pelecehan atau gangguan di bagian tersebut, anak dapat menyebutkannya dengan jelas.

C. Kenalkan anak dengan bagian-bagian tubuh yang tidak boleh disentuh dan dilihat oleh sembarang orang.
Bila anak sudah mengetahui nama dari bagian tubuhnya, maka selanjutnya kita kenalkan dengan bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh sembarang orang misalnya, mulut, dada, payudara, perut, vagina, penis, dubur, pantat. Kita kenalkan juga bagian tubuh yang tidak boleh dilihat sembarang orang misalnya payudara, perut, vagina, penis, dan pantat.

Jelaskan juga pada anak, bahwa bagian -bagian tubuh tersebut hanya boleh dipegang oleh ibu atau ayah saat membersihkan setelah buang air besar atau kecil. Boleh juga dipegang oleh dokter saat memeriksa anak ketika sakit.

D. Kenalkan konsep perbedaan jenis kelamin
Ajarkan mengenai 2 jenis kelamin yang ada yaitu laki-laki dan perempuan. Selain itu, ajarkan juga mengenai perbedaan bagian tubuh yang ada pada kedua jenis kelamin tersebut. Misalnya, jika perempuan memiliki vagina dan payudara yang nantinya akan membesar untuk menyusui bayi di kemudian hari. Sedangkan laki-laki memiliki penis dan dada yang tidak akan membesar karena laki-laki tidak menyusui bayi.

E. Ajarkan budaya malu
Jika anak telah dikenalkan dengan bagian tubuh yang tidak boleh diperlihatkan pada sembarang orang, maka mulai ajarkan rasa malu agar ia tidak sembarang memperlihatkan agian tubuhnya. Selain itu ajarkan juga etika dan kesopanan dalan berpakaian dan bertingkah laku. Misalnya dengan memakai pakaian yang menutup aurat.

F. Ajari anak untuk melakukan beberapa hal jika anak mengalami pelecehan seksual.
Ajari anak untuk berkata "tidak", berteriak dan berlari saat ada orang lain yang menyentuh bagian-bagian tubuhnya.

Orangtua memegang peranan penting dalam mengenalkan fitrah seksualitas sejak dini. Selain dengan membangun kelekatan dengan anak, pengenalan fitrah seksualitas dapat dilakukan melalui kegiatan sehari-hari, misalnya saat anak memandikan anak, mengganti baju juga bisa melalui membacakan cerita. Dengan mengenalkan fitrah seksualitas sejak dini, diharapakan pelecehan dan penyimpangan seksual dapat diatasi. Selain itu , agar anak-anak kelak dapat berperan baik sesuai dengan fitrah seksualitasnya. Perempuan sebagai ibu dan laki-laki sebagai ayah.

Sumber ilmu :
Ratna Megawangi. Kelekatan ibu-anak, kunci membangun bangsa. 2014. Indonesia Heritage Foundation

https://www.educenter.id/tips-mengajarkan-seks-pada-anak-usia-dini/

https://www.kompasiana.com/pentingnya-mengajarkan-pendidikan-seks-sejak-usia-dini/

https://www.scribd.com/pengertian-seks-dan-seksualitas/