Aliran Rasa Game 8 : Mendidik Anak Cerdas Finansial
Dari tantangan 10 hari cerdas Finansial alhamdulillah berjalan lancar,bahkan sampai hari saya menulis aliran rasa ini proyek kakak riza dan kak alwy berjualan es lilin masih berjalan . Namun saya hanya bisa menuliskan tantangan sampai hari ke 12 dikarenakan debay yg sedang berubah2 pola tidur nya dan adaptasi perubahan cuaca membuat nya sedikit rewel .
Sebenarnya saya sangat bahagia dengan perkembangan anak2 tentang memahami uang,menabung dan membedakan keinginan serta kebutuhan nya. Anak2 tidak pernah protes dengan uang saku pas2an jika dibandingkan uang saku teman2nya yg lain.
Sesekali saat saya selesai mencetak buku tabungannya saya menunjukkan nominalnya yg semakin bertambah dan mereka bersemangat lebih rajin hemat supaya bisa rajin menabung.
Sekarang aktifitasnya bertambah dengan belajar menghasilkan rupiah sendiri . Saya pun sudah berancang2 untuk mencetak merk pd plastik kemasan es lilin dengan nama mereka, juga menambah item dagangan seperti puding dan kue2 .
Saya yakin mereka akan semakin terpupuk jiwa dagang nya. Sesekali saya menceritakan kepada mereka pengalaman saya saat berkenalan dengan dagang pertama kali,sama seperti mereka masih usia sekolah dasar dan pengalaman dagang di usia remaja sampai sudah menikah dan punya anak,buka toko,catering,hingga dagang online masa kini yg memang sedang trend.
Mengajarkan mereka berdagang sedini ini dalam rangka cerdas financial butuh kekuatan tersendiri . Butuh perasaan "tega" kepada anak. Saat bungkusan belum rapi,saat plastik ada yg bocor bahkan ada yg terjatuh atau tumpah ,sekuat hati saya harus menahan rasa marah dan menahan mulut untuk tidak buru2 mengomel xixixi
Satu2 nya yg tidak bisa saya tahan adalah tatapan aira meminta es lilin disiang hari terik atau disore hari sepulang dia main. Oalahh anakkuuu
Alhamdulillah kak riza juga tidak terlalu memperhitungkan jika adiknya meminta es gratis,saya hibur dengan berkata " nanti suatu saat aira akan bosan sendiri kok kak" hehehe
No comments:
Post a Comment