Monday, 25 September 2017

Game level 8:Cerdas Finansial

Game Level 8 : Cerdas finansial
#tantangan10hari
#level8
#kuliahbunsayiip
#rejekiitupastikemuliaanharusdicari
#cerdasfinansial

Hari ini proyek jualan es kucir (es lilin ) kami dimulai,karena pagi anak2 sekolah saya mulai membuatnya siang hari sepulang mereka sekolah.
Saya ajarkan resep kepada kak riza bagaimana cara membuat es rasa mangga,rasa jeruk,rasa vanila tapi berwarna biru dan rasa strawberry susu.
Saya ajarkan juga cara menetapkan harga jual yaitu dengan membagi besar biaya belanja bahan baku kemarin dibagi total bungkus es yg sudah selesai. Nanti hasilnya adalah biaya dasar ,kemudian ditambah ongkos tenaga sebagai laba atau keuntungan . Supaya mudah harga dibulatkan saja misal 500 rupiah jika kecil atau 1000 rupiah untuk bungkus besar.
Kemudian saya mengajarkan cara membungkus es,tp ternyata mereka masih kesulitan mengikuti saya,berkali2 gagal,air bahan es justru tumpah2 sampai sulitnya mengikat simpul karet pembungkus es,tanganku licin kata mereka.
Sambil tetap menemani saya dan memperhatikan cara saya membungkus es saya menasehati mereka :
Jangan terlalu mengejar keuntungan supaya tetap bisa istiqomah ber amal. Sedikit tidak apa asal ikhlas. Dalam sebuah usaha yang terpenting adalah jujur,gigih(kerja keras dan pantang menyerah) dan kreatif, kreatif itu tujuannya supaya kita tidak kehilangan pelanggan tapi justru harus bisa menambah pelanggan.Satu lagi sabar. Hasil dari suatu usaha adalah wujud rejeki juga dan itupun adalah haqNya Allah. Jadi kita wajib bersabar dengan segala ketentuan Allah atas rejeki kita. Besar kecil nya tidaklah menjadi masalah.Rejeki itu adalah Haq nya Allah yang sifatnya pasti ,tidak akan hilang dan tidak akan tertukar,sudah dibagi2 pada tiap makhlukNya. Tapi tetap kita wajib mencari nafkah sebagai wujud kerjakeras tidak bermalas2an. Jika rejeki kita sudah dipastikan oleh Allah maka kerja keras,jujur,sabar dan ikhlas dengan hasilnya itulah kemuliaan hidup yang kita tempuh sebenarnya. Rejeki itu pasti ,kemuliaan hidup harus dicari.
Kelak saat kalian besar kalian akan menemui kesulitan2 hidup,sama seperti kesulitan kalian membungkus es ini. Ingatlah harus tetap sabar dan gigih ya...
Riza yang nampak serius mendengarkan dan mengangguk faham. Alwy nampak cuek entah faham atau tidak.
Selesai membuat es,saya ijin kan anak2 bermain bersama teman2 komplek sambil me nunggu esnya jadi .
Saya sempat mencuri dengar obrolan kak riza dengan teman2nya diteras rumah,mereka saling bercerita tentang pengalaman berjualan disekolahnya masing2. Ternyata seru juga.
Menjelang maghrib es mulai mengeras sedikit,anak2 sudah berebut ingin mencicipi. Saya boleh kan mencicipi hanya satu bungkus tiap anak tapi jangan dijual dulu karena blm sempurna kerasnya.
Oh iya hari ini bertepatan dengan ultah Alwy ya,bagaimana kalau esnya nanti kita bagi2 saja dengan teman2 komplek,gratis. Kalau es nya digratiskan nanti rugi bagaimana bu?
Hehehe Alwy...Alwy .... Selamat ulang tahun ya nak.

No comments:

Post a Comment